Noviachri Imroatul Sadiyah Ingin Kenalkan Kain Songket di Australia

Noviachri Imroatul Sadiyah, ia merupakan gadis kelahiran Belilas 18 November 1999 yang lolos dalam seleksi pertukaran pemuda Australia-Indonesia

Editor: Aan Ramdani
Isimewa
Noviachri Imroatul Sa'diyah, delegasi Indonesia dalam program pertukaran pemuda Australia - Indonesia berfoto bersama Kadispora Provinsi Riau, Boby Rachmat. 

Noviachri Imroatul Sadiyah Ingin Kenalkan Kain Songket di Australia

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Noviachri Imroatul Sadiyah, ia merupakan gadis kelahiran Indragiri Hulu 18 November 1999 yang lolos dalam seleksi program Australia Indonesia'>pertukaran pemuda Australia Indonesia (AIYP) tahun 2020 mewakili Provinsi Riau.

Menurut Kadispora Provinsi Riau Boby Rachmat, Noviachri Imroatul Sadiyah terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam program tersebut setelah ia menempati rangking pertama dari 15 pemuda-pemudi yang mengikuti seleksi tahap akhir di Provinsi Riau.

Anak pertama pasangan Mumtakini dan Riana yang terpilih menjadi delegasi Indonesia ini sangat ingin memperkenalkan tentang kekayaan budaya Indonesia terkhususnya Provinsi Riau.

Salah satunya adalah Noviachri Imroatul Sadiyah ingin memperkenalkan kain songket khas Riau di Australia. "Kalau saya ke Australia, saya ingin membawa kain songket," ujarnya.

Noviachri Imroatul Sadiyah mengungkapkan bahwa selama proses seleksi menjadi delegasi ia memang lebih unggul saat penampilan kebudayaan.

Baca juga: Andika, Murid Kelas 6 SD Asal Rohul Riau Menang Lomba Dai Nasional

Baca juga: Wijatmoko Rah Trisno, Ketua Apindo Riau 2020-2025

Baca juga: Negri Seribu Suluk Kabupaten Rokan Hulu

Penampilan kebudayaan memang menjadi salah satu bahan seleksi. Untuk itu Noviachri Imroatul Sadiyah menunjukan bakat dan kemampuannya dalam menari dengan menarikan tarian Kotalah Rengat.

"Saya dibantu oleh guru SMP saya, gerakannya sederhana saja tidak terlalu sulit dihapal dan direkam kemudian diupload ke instagram," kata mahasiswi semester lima Jurusan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang (UNM) itu.

Perpaduan apik busana khas melayu dan lenggak lenggok tari Kotalah Rengat yang dipraktekan oleh Noviachri Imroatul Sadiyah itu sudah ditonton oleh 4 ribu kali di instagram. Hal itulah yang membuatnya mampu lebih unggul dibandingkan teman-temannya sesama peserta seleksi program AIYP.

Tidak hanya penampilan kebudayaan, para peserta juga diuji dalam sejumlah tahapan seleksi lainnya, mulai dari kepribadian, pengetahuan tentang Indonesia dan Australia, kemampuan memecahkan masalah, serta kecakapan dalam berkomunikasi.

Meraih peringkat tertinggi setelah mengikuti beberapa tahapan seleksi, Noviachri Imroatul Sadiyah mengaku hal itu diluar perkiraannya.
"Tiba-tiba lulus itu gak menyangka, waktu itu gak terlalu berharap. Awalnya niatnya belajar, dicoba dulu. Kalau gagal, saya sudah tahu apa yang harus dipersiapkan," ujar Noviachri Imroatul Sa'diyah yang akrab disapa Via.

Baca juga: Universitas Muhammadiyah Riau

Baca juga: Nikmati Olahan Ikan di Ikan Bakar Daun Bumbu Uwo di Pekanbaru

Baca juga: Mengenal Sosok Gubernur Riau Syamsuar

Lulus sebagai delegasi Indonesia, kini gadis asal Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu itu harus mempersiapkan dirinya sebelum mengikuti program pertukaran pemuda Indonesia - Australia tersebut.

Noviachri Imroatul Sadiyah mengungkapkan, saat ini mereka diberikan pembekalan secara virtual. Karena pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) sehingga pertemuan secara langsung memang sengaja dibatasi oleh pihak Kemenpora. Namun pada tanggal 11 sampai dengan 14 November 2020 para delegasi akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti pembekalan secara langsung.

Program ini resmi berjalan mulai tanggal 16 November 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021. Seharusnya para delegasi tersebut akan berada di Australia selama program tersebut berjalan. Namun akibat pandemi Covid-19, sementara ini mereka akan mengikuti program tersebut secara virtual. Via berharap agar kiranya mereka bisa ke Australia, sehingga misinya untuk memperkenalkan kain songket ke dunia internasional itu bisa terwujud.

Sementara ayah Noviachri Imroatul Sadiyah, Mumtakini mengaku bangga atas prestasi putri sulungnya itu. Menurut Mumtakini putrinya itu memang sudah sering meraih prestasi. Sebagai orangtua, dirinya terus memberikan motivasi kepada Via. "Awalnya dia sempat ragu ikut program ini, saya pun tidak tahu dia ikut. Namun karena dia cerita tentang keraguannya, saya dan istri terus memberikan motivasi agar ia percaya diri," kata Mumtakini.

Nama : Noviachri Imroatul Sa'diyah
TTL : Indragiri Hulu, 18 November 1999

Pendidikan :  
- MIN Buluh Rampai
- MTs Al Ihsan Buluh Rampai

- MA Al Ihsan Buluh Rampai
- Universitas Negeri Malang, Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Inggris, semester 5

Hoby: Membaca dan berorganisasi

--
(Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved