Melihat Istana Rokan di Kabupaten Rokan Hulu Riau

Istana Rokan terletak di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu atau yang sering disingkat Rohul, Provinsi Riau.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com
Wakil Gubernur Riau H. Edy Afrizal Natar Nasution pun sempat singgah di Istana Rokan ini saat melakukan kunjungan kerja di kabupate Rokan Hulu Rabu (14/10/2020). 

Melihat Istana Rokan di Kabupaten Rokan Hulu Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Istana Rokan terletak di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu atau yang sering disingkat Rohul, Provinsi Riau.

Wakil Gubernur Riau H. Edy Afrizal Natar Nasution pun sempat singgah di Istana Rokan ini saat melakukan kunjungan kerja di kabupate Rokan Hulu Rabu (14/10/2020).

Turut mendampingi Wagubri, Pjs Bupati Rohul Drs Masrul Kasmy, M.Si, Wakil Ketua DPRD Rohul Nono Patria Pratama SE, Mantan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Rohul (Sekarang: Kadis Kominfo) Drs Yusmar M.Si, Pejabat Pemprov, Camat Rokan IV Koto Alfarid Toha SP, Kepala Desa Rokan Koto Ruang Alexusanto, Datuk Bendahro, Datuk Anyo Krukusumo, Tokoh Masyarakat.

Dihadapan Wagubri, Salah seorang tokoh masyarakat Rokan IV Koto, H. Samsiani S.Sos menjelas secara ringkas tentang Sejarah Istana Raja Rokan. Bahwa Raja Rokan yang dulunya bernama Rokan Tinggi merupakan Raja Pertama yang dijemput ke Pagaruyung pada tahun 1600.

“Dulu pak Wagub, Kerajaan Rokan itu sebetulnya di ada di Seberang Sungai Rokan Kiri, yang bernama Rokan Tinggi, Raja Pertama yang dijemput ke Pagaruyung tahun 1600-an, Yang bergelar Sutan Ibrahim. Jadi raja kedua setelah itu barulah pindah kesini membuat kampung,”

Baca juga: Tumpukan Batu Peninggalan Abad Ke-14 Ditemukan di Makam Datuk Gigi Putih Desa Temiang Riau

Baca juga: Benteng Tujuh Lapis, Sejarah Perjuangan Tanku Tambusai di Dalu-Dalu Riau Hadapi Penjajah Belanda

Baca juga: Istana Siak

“Sekarang baru ada daratan, dulu disini air semua, itu bisa terlihat kalau kita turun dari Rokan ini sekitar 6 KM, ke hilir disitu ada Negeri yang namanya Sitinjau Laut, itu lah dulu kampung itu tingginya. Kita kalau sekarang ini sekitar 30 meter tingginya, jadi daerah itu masih terendam, makanya gambar kekuasaan itu masih gambar Naga,” jelasnya.

Terkait simbol Naga didalam Istana Raja Rokan dinilai sedikit ada kekeliruan, karena diakui Mantan Kadisparbud Rohul Drs Yusmar M.Si, dalam negeri melayu tidak kenal dengan simbol naga, melainkan lebih dikenal simbol buaya.

“Jadi ini ada sedikit kekeliruan dalam mengartikan simbol ini, karena dalam melayu sendiri tidak kenal dengan naga, yang dikenal adalah Buaya, tapi ada perjanjian antara kerajaan, sama dengan Siak, kalau siak kita ragukan Plangnya itu,” ujarnya

“Makanya saya tanya sama masyarakat sini, apakah pernah masyarakat disini diterkam oleh Buaya tapi yang asli, tidak pernah pak Wagub, karena dulu ada perjanjian antara Raja dengan Buaya saling menghormati, makanya dibuat lambang itu (Buaya),” terang Yusmar

“Dan ini sebenarnya, diseberang sungai itu masih ada buaya nya sampai kini, itu perlu kita luruskan besok, jadi tidak ada simbol Naga, karena Naga itu dari China. Kalau Melayu dia tidak mengenal Naga tapi Buaya,” tambahnya

Kemudian, Kadis Kominfo Rohul ini membawa Wagubri melihat setiap ruangan didalam Istana Raja Rokan mulai dari lantai 1 hingga lantai 3. Bangunan didalam Istana Raja Rokan ini memiliki makna filosofis, seperti Lantai 1 yang berdiri kokoh dengan menggunakan tiang kayu pilihan memiliki 3 (tiga) ruangan. Ruangan pertama untuk Pertemuan dan Musyawarah Raja dengan para Petinggi kerajaan, Penasihat Raja, para Datuk dan Pucuk Suku.

Baca juga: Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu

Baca juga: Melihat Kemegahan Masjid Raya An Nur di Pekanbaru

Baca juga: Candi Muara Takus

Kemudian, Setelah ruang sebelah kirinya untuk ruang Perkantoran, sebelah kanan tempat tidur yang memiliki pembatas dengan tinggi sekitar 60 CM, Sehingga setiap orang masuk ke ruangan itu harus melangkah.

Sementara disetiap pintu Istana ada lukisan bermotif buaya, hanya motif khusus yang ada dikamar Raja, yaitu lukisan bermotif Buaya memakan Ikan, yang memiliki makna filosofis dilarang masuk. Kemudian di Tangga 1 ada sebuah Pavilium kecil ukuran 2x3 meter.

“Nanti Pak Wagub bisa lihat dikamar Raja itu ada simbol Buaya makan ikan, artinya dilarang keras masuk, orang-orang dulu itu hanya pakai simbol-simbol, tetapi simbol itu menceritakan, kalau dia masuk dalam keadaan bahaya,” jelas Yusmar

Lanjut Yusmar, Kemudian diLantai 2 dengan melalui 6 tangga, 4 tangga sambung sampai kelantai 2, sambungan antara tangga 1 dan 2 merupakan tempat pengaman atau hulubalang berdiri. Di Lantai 2 tersebut tempat para pembantu Raja, dilantai 2 ini tidak ada kamar yang ada hanya ruangan besar. Kemudian naik ke lantai 3 itu ada 1 ruang berukuran 6x10 Meter, kamar tersebut khusus untuk Permaisuri Raja.

Usai mengelilingi dalam Istana Raja Rokan, Wagubri H. Edy Natar Nasution kepada awak media mengaku takjub melihat Istana Raja Rokan, meski berumur ratusan tahun hingga kini eksistensinya masih berdiri kokoh dan dinilai berpotensi untuk dikembangkan kedepannya sebagai wisata sejarah.

“Tadi Datuk ini menjelaskan Istana Raja Rokan ini dibangun tahun 1901, artinya bangunan ini sudah cukup lama. Sebenarnya kita di Rohul ini memiliki Cagar Budaya yang sangat berpotensi untuk bisa dikembangkan kedepannya,” ujarnya.

Baca juga: Rattan Handmade, Tempat Kerajinan Rotan Unik di Pekanbaru

Baca juga: Ali Imron, Warga Tenayan Raya Pekanbaru Sulap Akar Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

Baca juga: Nimati Sup Kaldu dari Tulang Sumsum di Warung Sobet Pekanbaru

“Tadi saya juga sudah komunikasi dengan Pak Yusmar, karena kita ini punya potensi wisata Religi, Wisata Sejarah, Wisata Alam, Seperti Islamic Center kita itu, kita punya wisata sejarah ada makam Raja Mandailing, Makam Raja-Raja Rambah ada juga Situs Syekh Wahab Rokan, ada juga wisata alam Seperti di Sungai Garingging ada air terjun, kita punya wisata Air Panas,” katanya

Lanjut Wagubri, Semua objek wisata ini memiliki potensi-potensi yang ada di Rohul, jika ini dikemas dan disinergikan dengan baik, tentu akan menjadi sebuah paket menarik untuk menjadi daya tarik agar orang datang kesini.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved