Wisata Riau

Masyarakat Desa Tanjung Ubah Waduk Jadi Obyek Wisata Telaga Air Merah

wisata Telaga Air Merah merupakan wisata baru yang berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau

Editor: Aan Ramdani
Isimewa
Objek wisata Telaga Air Merah di Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau 

Masyarakat Desa Tanjung Ubah Waduk Jadi Obyek Wisata Telaga Air Merah

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau telah berhasil mengembangkan wisata dengan potensi wisata yang ada di tempatnya. Tempat tersebut adalah Wisata Telaga Air Merah.

Jarak Telaga Air Merah ini dari ibukota Selatpanjang lebih kurang 17 kilometer dimana pengunjung akan melewati 4 desa yakni desa Alah Air , Desa Insit , Desa Mantiasa dan Desa Maini Darul Aman yang memakan waktu kurang lebih 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan motor.

Namun, yang menarik adalah Telaga Air Merah tersebut awalnya bukan merupakan kawasan wisata, melainkan sebuah waduk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) saat Kepulauan Meranti masih menyatu dengan Kabupaten Bengkalis.

Kepala Desa Tanjung Muhammad Anas SE.I menjelaskan dengan melihat potensi yang besar dari tempat tersebut, akhirnya masyarakat sepakat untuk membentuk tempat tersebut sebagai tempat wisata yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ).

"Karena kita melihat potensinya yang besar, karena kawasannya cukup hijau dan sangat alami. Sehingga lokasi ini bisa membawa suasana tenang dan baru bagi pengunjung, sehingga muculan wisata Telaga Air Merah ini," ujar Anas saat berbincang dengan tribunpekanbaruwiki.com.

Baca juga: Tumpukan Batu Peninggalan Abad Ke-14 Ditemukan di Makam Datuk Gigi Putih Desa Temiang Riau

Baca juga: Melihat Kemegahan Masjid Raya An Nur di Pekanbaru

Baca juga: Benteng Tujuh Lapis, Sejarah Perjuangan Tanku Tambusai di Dalu-Dalu Riau Hadapi Penjajah Belanda

Objek wisata Telaga Air Merah yang dikelola oleh BUMDes Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau
Objek wisata Telaga Air Merah yang dikelola oleh BUMDes Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau (Isimewa)

Tempat wisata Telaga Air Merah ini dikatakan Anas dalam sepekan dibuka selama 3 hari yaitu hari Sabtu, Minggu dan Senin mulai jam 9 pagi hingga jam 5 sore wib.

Untuk biaya masuk ke wisata Telaga Air Merah ini pengunjung cukup membayar Rp 5000 per Orang termasuk biaya parkiran sedangkan untuk biaya permainan seperti sepeda air serta sampan hanya Rp 15.000 untuk sekali naik selama 10 menit.

Anas mengatakan bahwa respon pengunjung juga cukup antusias selama dibukanya wisata Telaga Air Merah tersebut. Hanya saja diakui Anas saat ini fasilitas di Telaga Air Merah dirasa belum cukup maksimal.

"Karena memang kita membangunnya menggunakan anggaran desa yang dikelola oleh Bumdes. Kalau sekrang itu bebek air dan gazebo yang ada di Telaga Air Merah," ujar Anas.

Anas juga mengakui bahwa pandemi Covid 19 juga membuat jumlah kunjungan ke Telaga Air Merah beberapa waktu belakangan menjadi sedikit. "Apalagi kemarin kita sempat tutup karena pandemi dan itu atas arahan pemerintah. Jadi kalau sekrang itu kalau ada kunjungan hanya bisa mencapai 100 orang. Kalau sebelumnya itu lebih banyak," tuturnya.

Baca juga: Ali Imron, Warga Tenayan Raya Pekanbaru Sulap Akar Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

Baca juga: Desi Wahyuni, Berhasil Jalani Usaha Apotek di Pekanbaru

Baca juga: Nikmati Berbagai Jajanan di Wisata Kuliner Bhakti Praja Pelalawan Riau

Anas menargetakan akan mengembangkan wilayah Telaga Air Merah tersebut untuk lebih baik lagi. "Kedepan kita berusaha menambah wahana permainan lain agar pengunjung tidak merasa bosan. Ini juga sebagai upaya untuk menarik wisatawan lebih banyak dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Meranti Indra Yuni menyampaikan apresiasi dengan apa yang telah diinisiasi oleh masyarakat Desa untuk membentuk wisata Telaga Air Merah.

Indra mengatakan bahwa Telaga Air Merah tersebtu merupakan aset Pemda Kepulauan Meranti yang dipakai oleh Desa dengan sistem pinjam pakai.

"Telaga Air Merah itu sudah dibentuk sejak awal tahun. Memang asetnya punya Pemda karena dulunya itu embung PDAM saat zaman Bengkalis dulu, karena tidak dipergunakan lagi maka dipergunakan oleh masyarakat desa," ungkap Indra.

Indra mengatakan Telaga Air Merah pada dasarnya bukan tempat wisata karena lokasinya yang terbilang kecil. Hanya saja hal tersebut tetap bisa dibuat oleh masyarakat sebagai lokasi yang menarik pengunjung.

"Pembenahannya memang belum banyak, namun sudah bisa diinisiasi oleh masyarakat, dan kita sudah buat SK dan kita bentuk Pokdarwis di Desa ini supaya Telaga Air Merah lebih baik lagi," tutur Indra.

Dikatakan Indra saat ini memang belum banyak yang bisa dilakukan untuk pengembangan wisata Telaga Air Merah. Hal ini mengingat pandemi Covid 19 yang berimbas kepada pemotongan anggaran di Pemkab Kepulauan Meranti.

Baca juga: Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau

Baca juga: Fanji Giovani, Polisi Riau Yang Sukses Jadi Gamer

Baca juga: Habib Ramadhan Kenalkan Adat dan Budaya Kampar Riau Lewat Youtube

Hanya saja ke depan dikatakan Indra pihaknya akan kembali mendorong wisata Telaga Air Merah tersebut agar tetap menjadi ikon wisata di Kepulauan Meranti.

Hal tersebut juga mengingat lokasi Telaga Air Merah yang tidak begitu jauh dari ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Selatpanjang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved