Ali Imron, Warga Tenayan Raya Pekanbaru Sulap Akar Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

Ali Imron pengrajin akar kayu warga Kelurahan Pembatuan Kecamatan Tenayan Raya

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com
Ali Imron, warga Kelurahan Pembatuan Kecamatan Tenayan Raya pengrajin akar kayu 

Ali Imron, Warga Tenayan Raya Pekanbaru Sulap Akar Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

 
TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Tetap berkreasi ditengah pandemi covid dilakoni banyak warga untuk tetap bertahan dan bagian dari cara meningkatkan imunitas tubuh. Karena dengan terus beraktivitas serta berkreasi bisa menjadi orang yang produktif juga ditengah situasi saat ini.

Hal ini jugalah yang dilakoni Ali Imran bersama dua temannya di Kelurahan Pebatuan Kecamatan Tenayan raya Pekanbaru, untuk terus berkreasi ditengah wabah covid, ia membuka kerajinan tangan sendiri yang bahan-bahannya diambil dari akar-akar kayu di hutan atau kerajinan akar kayu.

Setelah diolah dengan tangan-tangan kreatif mereka, akar yang sebelumnya tidak bernilai di hutan akhirnya bisa bernilai ekonomis.

Jenis akar kayu petai itu diolah mereka beragam mulai dari alas untuk meja kaca, pot bunga bertingkat dan gantungan bonsai serta kegunaan lainnya.

Mereka menamakan diri sebagai "Sahabat Akar", setiap hari mereka mencari akar kayu di hutan-hutan yang tidak jauh dari rumah mereka di Tenayan Raya tersebut, setelah bahannya didapat langsung dibawa ke rumah produksi sederhana mereka yang berada di Jalan Seroja Pebatuan tersebut.

Baca juga: Rattan Handmade, Tempat Kerajinan Rotan Unik di Pekanbaru

Baca juga: Universitas Muhammadiyah Riau

Baca juga: Nimati Sup Kaldu dari Tulang Sumsum di Warung Sobet Pekanbaru

"Jadi awalnya terinspirasi dari banyaknya tempat gantungan bunga dari besi yang sekarang ini laris manis. Kami sering jumpa akar kayu di hutan-hutan dekat rumah makanya kami mencoba berkreasi,"ujar Ali Imran saat berbincang dengan tribun.

Menurut Ali Imran saat ini mereka hanya modal sendiri dan menggunakan peralatan seadanya, hasil karya yang sudah dibuat mereka sudah mulai banyak yang melirik.

"Jadi selain mengisi waktu disaat covid ini, kami juga tentunya mengharapkan hasil dari usaha kerajinan kami ini,"ujar Ali Imran yang juga ketua RW di daerahnya tersebut.

Untuk peralatan yang digunakan mereka sendiri cukup simpel, mulai dari linggis untuk menggali akar kayu di hutan, kemudian mesin senso untuk memotong selanjutnya cat dan canpas.

"Kadang kami bekerja sampai malam, saya ingin tunjukkan juga ke masyarakat kalau kita harus bisa memanfaatkan apapun yang ada di sekitar kita untuk menjadi nilai ekonomis,"kata Ali Imran.

Saat ini sejumlah hasil karya mereka sudah ada yang melihat dan ingin membeli, ia berharap melalui usaha kerajinan mereka sahabat akar ini bisa mendapatkan support dari pemerintah.

"Mudah-mudahan kami bisa dibantulah dan disupport agar karya yang kami hasilkan ini nantinya tidak berhenti ditengah jalan,"ujar Ali Imran yang juga sudah menyiapkan gerai untuk pajangan hasil karyanya.

Baca juga: Nikmati Mie Ayam Pangsit di Mi Jagoan Bang Skuy di Pekanbaru

Baca juga: Desi Wahyuni, Berhasil Jalani Usaha Apotek di Pekanbaru

Baca juga: Sahirman Semangat Jual Kuliner Ikan Asin di Tol Pekanbaru-Dumai

Saat ini beberapa hasil karyanya sudah terjual, harga yang dipatoknya bervariasi tergantung ukuran dan kerumitan membuatnya. Namun rata-rata harga yang ditawarkannya pada kisaran Rp500 hingga Rp1 juta.

"Kalau harga tergantung model dan bentuk serta ukuran, ada yang kecil tentu lebih murah, ada yang sulit dibuat maka sesuai juga harganya lebih sedikit tinggi,"ujarnya.

Ali Imran bersama temannya memang sampai saat ini belum memiliki gerai khusus untuk hasil karyanya ini, namun bagi warga yang ingin melihat langsung bisa mendatangi tempat kerajinannya di Jalan Seroja Pebatuan Tenayanraya Pekanbaru.

"Saya juga belum ada memasarkan lewat media sosial, hanya dari mulut keulut saja, kadang ada yang mau lihat saya kirim potonya lewat pesan WhatsApp,"ujar Ali.

Ali Imran juga akan terus meningkatkan produksi mereka, apalagi sudah banyak yang bertanya karena sesuai dengan keadaan saat ini masyarakat yang cinta dengan bunga.

"Paling kesulitan kami ini mencari bahan baku ke hutan, karena untuk di Tenayanraya ini sekarang sudah tidak banyak lagi akar kayu ini, paling nanti kami cari juga ke daerah lain,"jelas Ali Imran.

Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti yang menjadi konsumen kerajinan sahabat akar ini mengaku bangga dengan kerajinan yang dibuat warganya tersebut, karena memiliki nilai ekonomis apalagi ditengah kondisi covid saat ini.

"Saya ada beli dua dan memang hasil karyanya menarik, dan saya rasa banyak peminatnya juga,"ujar Indah Vidya Astuti.

Indah juga mengharapkan apa yang dilakukan Ali Imran bersama dua temannya tersebut menjadi inspirasi bagi warga lain, untuk berkreasi terus meskipun ditengah pandemi covid.

--

(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved