Wisata Riau

Nikmati Berbagai Jajanan di Wisata Kuliner Bhakti Praja Pelalawan Riau

Bagi tribuners yang berkunjung ke Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau bisa datang ke kawasan Wisata Kuliner Bhakti Praja yang ada di di Jalan Bhakti

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com
Pengunjung menikmati suasana malam di kawasan wisata kuliner Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan 

Nikmati Berbagai Jajanan di Wisata Kuliner Bhakti Praja Pelalawan Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Bagi tribuners yang berkunjung ke Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau bisa datang ke kawasan Wisata Kuliner Bhakti Praja yang ada di di Jalan Bhakti Praja , Pangkalan Kerinci yang terletak berdekatan dengan pusat perkantoran Bhakti Praja Pemkab Pelalawan.

Lokasi wisata kuliner Bakhti Praja ini kini sering disebut Malioboronya Pelalawan, meskipun jauh berbeda jika dibandingkan dengan kawasan Malioboro yang ada di Jogjakarta.

Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) berjejer rapi di tepi jalan kawasan wisata Bhakti Praja ini dengan menjajakan makanan dan minuman berbagai jenis.

Ratusan kursi dan meja disusun simetris, lengkap dengan tenda-tenda pelindung. Semuanya untuk memanjangkan pengunjung yang ingin menghabiskan malam di lokasi wisata kuliner Bhakti praja ini.

Baca juga: Riri Sulaiman, Aktif Jalankan Beberapa Usaha

Baca juga: Perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai

Baca juga: Benteng Tujuh Lapis, Sejarah Perjuangan Tanku Tambusai di Dalu-Dalu Riau Hadapi Penjajah Belanda

Lokasi wisata kuliner ini masih baru dan kini menjadi tempat nongkrong favorit bagi anak-anak muda di Pangkalan Krinci, Pelalalwan.

"Hampir tiap akhir pekan kami menghabiskan malam disini di wisata kuliner Bhakti Praja. Nongkrong ramai-ramai bersama teman," ungkap warga Pangkalan Kerinci, Roy Pradipta saat berbincang dengan tribunpekanbaruwiki.com, saat ditemui di wisata kuliner Bhakti Praja, Sabtu (17/10/2020) malam.

Roy, demikian ia akrab disapa, berkunjung ke wisata kuliner Bhakti Praja ini mulai hari Jumat malam dan berturut-turut sampai Minggu malam. Biasanya ia berlima satu tongkrongan dengan temannya dan berkumpul di tempat berbeda setiap malamnya. Sekaligus mencoba makanan yang disajikan para penjual secara bergiliran.

"Saya paling suka burger dan martabak kremes. Itu paling banyak disukai," tutur pria yang bekerja di perusahaan swasta ini.

Baca juga: Mobil 1978 Peugeot tipe 504 dengan Rocket Bunny

Baca juga: SMK Negri 2 Pekanbaru, Sekolah Kejuruan Favorit di Riau

Baca juga: Dzakira Azizy Naqiya, Gadis Mungil Bermata Biru Asal Pekanbaru

Kawasan wisata kuliner bhakti praja di Jalan Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau
Kawasan wisata kuliner bhakti praja di Jalan Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau (tribunpekanbaruwiki.com)

Pengunjung lainnya, Josua Ismail (17) mengaku mulai mengenal lokasi tongkrongan baru ini dari teman satu kelasnya di sekolah.

Jika selama ini mereka bermain game bareng di kafe atau kedai kopi, kini berpindah ke wisata kuliner Bhakti Praja. Selain bisa menikmati suasana malam dengan lokasi terbuka, mereka bisa becanda dengan remaja lain sambil berkenalan.

"Banyak juga teman baru, karena kenali disini di wisata kuliner bhakti praja. Main bareng atau Mabar," tandas siswa kelas Xll ini.

Banyak warga yang memilih wisata malam di wisata kuliner Bhakti Praja ini. Tidak hanya kalangan remaja dan anak muda, para orangtua juga ikut nongkrong dengan memboyong keluarga. Kondisi jalan dua jalur tidak mengganggu arus lalu lintas yang menuju perkantoran maupun Desa Kuala Terusan. Pasalnya satu jalur digunakan untuk berjualan dan jalur lainnya untuk transportasi dan parkir kendaraan para pengunjung.

"Disini lebih baik dari pada di tempat lama. Kita lebih terjamin dan persaingan juga tidak banyak, Karena perlakuan semua pedagang sama," papar seorang pedagang makanan ringan, Ujang (44).

Sebelumnya ia berjualan ditempat yang notabenenya tidak memiliki izin, pihaknya selaku was-was jika sewaktu-waktu ada razia dari Satpol PP. Selain itu, persaingan antar pedagang juga sangat ketat. Pemilik kursi dan bangku terbanyak akan mendapatkan pengunjung yang banyak. Namun setelah pindah ke Jalan Bhakti Praja, semua perlakuannya disamakan. Bahkan sesama pedagang lebih akrab dan memiliki organisasi tersendiri.

Baca juga: Tumpukan Batu Peninggalan Abad Ke-14 Ditemukan di Makam Datuk Gigi Putih Desa Temiang Riau

Baca juga: Istana Siak

Baca juga: Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu

"Tak ada iri atau cemburu lagi sesama pedagang. Tinggal bagaimana kita mengemas jualan kita saja," tandasnya.

Kepala Satpol PP Pelalawan, Abu Bakar FE menyebutkan, para pedagang dikawasan kuliner Bhakti Praja merupakan Pedang Kaki Lima (PKL) yang digusur dari kawasan Ruang Publik Kreatif Pangkalan Kerinci. Dengan alasan penataan kota dan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, mereka diminta mengosongkan areal RPK. Kemudian setelah berdiskusi dengan Pemda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) diputuskan para PKl direlokasi ke Jalan Bhakti Praja yang kini populer dengan nama wisata bhakti praja atau malioboronya pangkalan krinci.

"Lokasi itu selama ini dikenal gelap dan tempat ngumpul remaja yang berbuat nakal. Sekarang sudah lebih tertata dan aman," terang Abu Bakar.

Dengan bergeliatnya wisata kuliner malam, mengurangi tingkat kejahatan disekitar lokasi perkantoran. Lantaran selama ini kondisinya sepi dan warga takut melintas. Namun sekarang menjadi pusat keramaian dan tidak ada ketakutan lagi meski hingga tengah malam.

--
(Tribunpekanbaruwiki.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved