Perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai

Tuanku Tambusai merupakan pahlawan nasional yang berjuang menyebarkan syiar Islam dan berjuang menghadapi kolonial Belanda.

Editor: Aan Ramdani
Isimewa
Pahlawan nasional Tuanku Tambusai. Foto: pahlawancenter.com 

Perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Tuanku Tambusai merupakan pahlawan nasional.

Nama kecil Tuanku Tambusai adalah Muhammad Saleh atau Hamonangan Harahap yang lahir di Negri Sembilan (Semenanjung) Malaysia November 1882.

Pahlawan nasional Tuanku Tambusai merupakan anak dari pasangan Imam Maulana Kahdi dan Munah.

Tuanku Tambusai merupakan sosok ulama yang ikut menyebarkan agama Islam didaerah-daerah yang memang belum memeluk Islam diantaranya di Tapanuli Selatan.

Sedangkan di daerah yang sudah memeluk Islam, Tuanku Tambusai melakukan gerakan pemurnian agama sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah Rosul.

Tidak mudah bagi Tuanku Tambusai menyebarkan Islam, berbagai tantangan ia hadapi. Bahkan ia diusir dari tanah Batak karena dianggap sebagai pengacau, bahkan di tempat kelahirannya ia dimusuhi oleh pejabat setempat.

Bersama dengan Tuanku Rao, Tuanku Tambusai mengembangkan syiar Islam di daerah Rao Air Bangis, Padang Lawas dan sekitarnya. Tuanku Tambusai pun mendirikan pesantren di Dalu-Dalu. Namun, kegiatannya dihalang-halangi oleh pengusaha setempat dan terpaksa ditinggalkannya dan ia kembali ke Rao.

Baca juga: Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu

Baca juga: Melihat Kemegahan Masjid Raya An Nur di Pekanbaru

Baca juga: 4 Jembatan Megah di Pekanbaru

 

Biodata Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai

1. N a m a : Tuanku Tambusai
2. Nama Kecil : Muhammad Saleh/Hamonangan Harahap.
3. Tempat Tgl. Lahir : Dalu – Dalu Kab. Kampar 5 November 1784. (Sekarang Dalu-Dalu masuk dalam kabupaten Rokan Hulu, Riau)
4. TempatTgl. Wafat : Negeri Sembilan (Semenanjung) Malaysia 12 November 1882.
5. Nama Ayah : Imam Maulana Kadhi
6. Nama Ibu : Munah
7. Pendidikan : Agama Islam (Ilmu Fikih dan Tauhid).

Perjuanan Tuanku Tambusai Melawan Penjajah Belanda

Perjuangan ulama Tuanku Tambusai tidak saja sebatas menyebarkan syiar Islam.

Tuanku Tambusai bersama umat juga berjuang menghadapi penjajah Belanda.

Hal ini menyebabkan Tuanku Tambusai terlibat dalam serangkaian pertemuan, terutama menghadapi Belanda.

Nama Tuanku Tambusai sudah muncul pada tahun 1823 ketika ia dan pasukannya mengepung kedudukan Inggris di Natal.

Setelah Natal diserahkan Inggris kepada Belanda pada tahun 1826 (sesuai dengan Traktar London 1824) Tuanku Tambusai berhadapan dengan Belanda, Natal dan Air Bangis dikepungnya dari arah Pedalaman, sehingga Belanda tidak dapat membeli Komoditi daerah pedalaman melalui kedua pelabuhan itu.

Sekitar tahun 1830 Tuanku Tambusai membangun benteng di Rao, benteng ini jatuh ke tangan Belanda bulan Oktober 1832 ia berusaha merebut benteng Belanda Fort Amerongen di Rao tetapi gagal.

Sementara itu Tuanku Rao tertangkap dan dibunuh Belanda. Tuanku Tambusai menyatukan pasukan Tuanku Rao dengan pasukannya dan pada bulan November 1833 ia berhasil merebut benteng Amerongen. Sesudah itu ia membangun benteng di Dalu-Dalu.

Kala itu penjajah Belanda mengajak Tuanku Tambusai untuk berunding, namun ia menolak. Berkali-kali pertempuran berlangsung anatar pasukan Tuanku Tambusai dengan pihak Belanda.

Adakalanya Tuanku Tambusai memperoleh kemenangan, adakalanya pula mengalami kekalahan. Akan tetapi, Tuanku Tambusai tidak menyerah dan tidak bersedia berdamai dengan para penjajah ini.

Baca juga: Lisa Sariani, Semangat Geluti Dunia Voice Over

Baca juga: Dzakira Azizy Naqiya, Gadis Mungil Bermata Biru Asal Pekanbaru

Baca juga: Nurul Aini Lintang Swastika, Siap Harumkan Riau di Pemilihan Putri Remaja Tingkat Nasional

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved