Mobil 1978 Peugeot tipe 504 dengan Rocket Bunny

Adalah Peugeot tipe 504. Iwan, sang pemilik, menyebutkan, mobil kelas sedan ini rilisan 1978.mobil Eropa bersilinder 2000 cc

Editor: Aan Ramdani
Isimewa
seorang model dudul di kap mesin Peugeot tipe 504 milik Iwan pada sebuah kontes mobil. 

Mobil 1978 Peugeot tipe 504  dengan Rocket Bunny

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Sebuah mobil merk Peugeot tampak mempesona. Konsep modifikasi tampak ekstrim, tetapi proper untuk pemakaian sehari-hari.

Adalah Peugeot tipe 504. Iwan, sang pemilik, menyebutkan, mobil kelas sedan ini rilisan 1978. Ini artinya, mobil Eropa bersilinder 2000 cc tersebut sudah berusia 42 tahun.

Lebih tua dari pemiliknya, pria 35 tersebut. Kesan pertama yang tampak pada mobil ini terletak pada fendernya. Ia memasangkan Rocket Bunny di keempat fender mobil klasik tersebut.

Iwan memilih Rocket Bunny karena sedang tren ketika mulai memodifikasi mobil pada 2018 silam. Kelebihan Rocket Bunny, menurut dia, dapat dibongkar pasang.

Berbeda dengan Wide Body yang bersifat permanen. Rocket Bunny menambah dimensi lebar mobil 10 sentimeter di depan dan 20 sentimeter di belakang.

Sardi Mayanto Modifikasi Toyota Yaris Jadi Lebih Elegan

Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau

Desi Wahyuni, Berhasil Jalani Usaha Apotek di Pekanbaru

Peugeot Klasik milik Iwan dengan pintu modifikasi goldwing
Peugeot Klasik milik Iwan dengan pintu modifikasi goldwing (Isimewa)

Dengan Rocket Bunny tersebut, Iwan dapat meng-upgrade ukuran pelek 9,5 inci untuk depan dan 11 inci untuk belakang. Mobil tampak gagah tetapi roda yang tidak keluar dari fender.

Iwan menyebutkan, di sektor kaki-kaki sudah ditopang air suspension. Sehingga sistem suspensi mampu meredam getaran dari roda. "Mobil tetap nyaman untuk pemakaian sehari-hari walau sudah dimodifikasi," katanya, Kamis (8/10/2020).

Air Suspensi, kata Iwan, dapat mengandaskan mobil hingga hanya setinggi 5 cm. Modifikasi di sektor kaki-kaki ini sukses. "Mobil sudah pernah saya bawa ke Jakarta tanpa kendala, suspensi nyaman," kata pemilik Royal Auto Design yang berlokasi di Jalan SM Amin, Tampan, Pekanbaru ini.

Modifikasi berat pada mobil yang telah beberapa kali memenangi kontes ini dilakukan pada kedua pintu depan. Iwan mengubah pintu dengan Goldwing manual.

Pengubahan lain pada bumper. Ia menambah bumper jaring di bawah. Ia tetap mempertahankan bumper kokoh berwarna krom sebagai ciri khas dari mobil tersebut.

SMK Negri 2 Pekanbaru, Sekolah Kejuruan Favorit di Riau

Nurul Aini Lintang Swastika, Siap Harumkan Riau di Pemilihan Putri Remaja Tingkat Nasional

Fanji Giovani, Polisi Riau Yang Sukses Jadi Gamer

Peugeot tipe 504 milik iwan tampak menarik sedang mengaspal.
Peugeot tipe 504 milik iwan tampak menarik sedang mengaspal. (Isimewa)

Mobil tampak menawan dengan warna cat indah. Iwan memilih warna Orange Candy di seluruh bodi. Berubah total dari warna aslinya kopi susu. Modifikasi di bagian atap, ia menambahkan sunroof.

Sebagai penunjang kesan elegansi, Iwan mengganti stoplamp belakang dengan model khas Lamborghini Aventador. Ia tetap mempertahankan headlamp di depan tetap standar.

Di interior, Iwan memodifikasi total bagian dasbor. Ia mengkombinasikan konsep dasbor berbagai merk pabrikan lain. Misalnya, kisi-kisi Air Conditioner (AC) dari Honda Brio.

"Interior diberi warna kayu menyesuaikan dengan warna bodi," kata Iwan. Wood panel di lingkar setir dan aksen-aksen pada dasbor. (ndo)

Penggerak Otomatis

Sektor enjin tak luput dari modifikasi. Iwan telah menguji coba sistem penggerak otomatis. Ia sedang melakukan penyempurnaan sampai sistem penggerak otomatis bisa bekerja dengan baik.

Mobil bisa jalan sendiri. "Mobil mau dibuat bisa maju sendiri. Dioperasikan dengan remote infrared," katanya. Motor penggerak dapat mengelola tuas gas, rem dan kopling.

Iwan juga mengganti beberapa komponen dalam mesin dari standar menjadi racing. Uniknya, ia tetap mempertahankan sistem pengapian platina. Tak diganti dengan CDI.

"Platina lebih simpel dan tenaga lebih kontan," kata Iwan. Enjin mobil terhubung ke knalpot dengan header 4.2.2. Di ujung sistem pembuangan emisi, terdiri dari dua lubang tile pipe di sisi kanan dan kiri bumper belakang.

Iwan berhasil membuat suara yang keluar dari knalpot seakan mesin bersilinder besar.

 

--
(tribunpekanbaruwki.com/Nando)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved