Ada Penghapusan Deda Pajak di Riau Hingga 15 Desember 2020

Pemerintah Provinsi Riau melakukan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor atau PKB hingga akhir 15 Desember 2020

Penulis: Aan Ramdani
Editor: Aan Ramdani

Ada Penghapusan Deda Pajak di Riau Hingga 15 Desember 2020

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Pemerintah Provinsi Riau melakukan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor atau PKB hingga akhir 15 Desember 2020 untuk seluruh kantor samsat wilayah Provinsi Riau.

Jadi bagi tribuners yang terlambat membayar pajak kendaraan bermotor tidak akan dikenakan denda dan hanya membayar pokoknya saja.

Penghapusan denda pajak tanpa membatasi periode pembayaran. Artinya kendaraan yang pajaknya mati lima tahun hingga 20 tahunpun dendanya akan tetap dihapuskan.

Selain menghapuskan denda pajak kendaraan bermotor, Pemerintah Riau melalui Badan Pendapatan daerah juga memberikan diskon hingga 50% bagi masyarakat yang hendak melakukan pengurusan Bea Balik Nama Kendaraan II (BBNKB II).

Jadi bagi tribuners yang membeli kendaraan bermoter bekas anda bisa langsung mengurus balik nama karena hanya cukup mengeluarkan biaya separoh dari yang seharusnya anda bayar.

Jarak duduk masyarakat atau wajib pajak di Samsat Simpang Tiga Kota Pekanbaru diatur guna penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19, Senin (5/9/2020).(tribunpekanbaruwiki/aanramdani)
Jarak duduk masyarakat atau wajib pajak di Samsat Simpang Tiga Kota Pekanbaru diatur guna penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19, Senin (5/9/2020).(tribunpekanbaruwiki/aanramdani) (tribunpekanbaruwiki.com)

Sahirman Semangat Jual Kuliner Ikan Asin di Tol Pekanbaru-Dumai

Mengenal Rizky Hasian Siregar, Dokter Kecantikan di Pekanbaru

Keindahan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Adapun masyarakat atau wajib pajak yang berhak menerima program penghapusan denda pajak ini adalah setiap warga riau yang memiliki kendaraan roda dua, roda empat atau lebih, alat berat atau alat besar yang memiliki tunggakan denda pajak.

"Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat. Misalnya yang selama ini mau membayar pajak, namun kendaraanya second dan susah cari KTP pemilik sebelumnya untuk mengurus pajak. Masyarakat tersebut bisa memanfaatkan bea balik nama ini karena ada diskon sampai 50 persen," jelas Kepala Bapenda Provinsi Riau, Herman.

Pemberian diskon biaya balik nama kendaraan bermotor tersebut, dilakukan untuk membantu masyarakat bisa tetap melakukan kewajibannya membayar pajak ditengah kondisi Pandemi Covid-19.

"Karena dimasa pandemi Covid-19 daya beli masyarakat kan menurun, kemudian ekonomi juga sulit. Untuk itu, kami atas intruksi pak Gubernur membuat kebijakan memberi diskon balik nama," ujarnya.

Program penghapusan denja pajak kendaraan bermotor dan diskon BBNKB II 50 persen ini sudah berlangsung sejak Awal september 2020, kemudian diperpanjang menjadi 15 Desember 2020.

Live Streaming Peresmian Tol Pekanbaru-Dumai oleh Presiden Joko Widodo

Begini Kecanggihan Gimbal Zhiyun Crane 2S, Cocok Untuk Videografer Profesional

Detik-Detik Evakuasi Lumba-Lumba Nyasar di Anak Sungai Kampar Riau

Sebelumnya, Program pemulihan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dalam rangka pencegahan Covid-19 di Riau 17 maret 2020 hingga 29 Mei 2020 berhasil menyumbang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp23,8 miliar. Rinciannya untuk Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp23,5 miliar dan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp365 juta.

Untuk BBNKB ini memang realisasi tergolong sedikit, karena jual beli kendaraan dimasa pandemi Covid-19 juga menurun. Dari 12 kabupaten/kota se-Riau, ralisasi pokok pajak terbesar di Kota Pekanbaru Rp11,8 miliar dengan rincian ralisasi PKB sebesar Rp11,7 miliar dan BBNKN sebesar Rp18,3 juta.

Kemudian realisasi terbesar kedua Kabupaten Bengkalis Rp2,389 miliar dengan keterangan realisasi PKB Rp2,357 miliar dan BBNKB sebesar Rp6,9 juta. Terbesar ketiga realisasi pajak selama penghapusan denda pajak adalah Kampar sebesar Rp1,678 miliar. Untuk realisasi PKB sebesar Rp1,637 miliar dan BBNKB hanya Rp5,7 juta.

Kendaraan yang bayar pajak PKB naik roda empat dan dua sebanyak 25.687 unit, dan BBNKB sebanyak 507 unit. Kemudian Pekanbaru masih yang terbanyak melakukan pembayar pajak hampir 10 ribu unit atau 9.938 unit.

Catatan : Penghapusan denda keterlambatan untuk kali ini tidak akan diberikan kepada kendaraan yang akan melakukan mutasi keluar Provinsi Riau.

--

(tribunpekanbaruwiki.com/aanramdani)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved