Kisah Anggota Dewan Riau Dagang Bakso Tak Laku, Sugeng Pranoto

sebelum menjadi anggota dewan ia hanyalah pedagang bakso gerobak dorong di Kota Pekanbaru beberapa tahun lalu sebelum ia menjadi anggota dewan.

Editor: Aan Ramdani
Isimewa
Sugeng Pranoto, Anggota Komisi III DPRD Riau 

Kisah Anggota Dewan Riau Dagang Bakso Tak Laku, Sugeng Pranoto

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Sugeng Pranoto, ia merupakan wakil rakyat yang kini duduk di kursi legislatif, DPRD Riau.

Tidak banyak yang tau, sebelum menjadi anggota dewan ia hanyalah pedagang bakso gerobak dorong di Kota Pekanbaru beberapa tahun lalu sebelum ia mencalonkan menjadi anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Indragiri Hulu -Kuantan Singingi.

Pak Sugeng, begitulah ia akrab disapa. Beberapa waktu lalu ia menceritakan pengalaman dan kesusahanya saat berdagang bakso kepada tribunpekanbaruwiki.com.

Bahkan menurutnya, pernah bakso yang ia jual tidak laku. "Jadi dulu itu pernah sehari cuma laku satu porsi. Rata-rata sehari penghasilan bersih cuma Rp40 ribu," kata Sugeng mengingat masalalu nya.

Menurutnya tahun 2014 lalu ia pernah berjualan bakso di Pasar Cik Puan Pekanbaru. Kemudian sering juga menjadi pedagang bakso dadakan diacara-acara wisuda yang digelar oleh kampus-kampus yang ada di Kota Pekanbaru.

Nurul Aini Lintang Swastika, Siap Harumkan Riau di Pemilihan Putri Remaja Tingkat Nasional

Fanji Giovani, Polisi Riau Yang Sukses Jadi Gamer

Habib Ramadhan Kenalkan Adat dan Budaya Kampar Riau Lewat Youtube

Berdagang bakso baginya sebuah pengalaman hidup yang sangat luar biasa. Masa itu merupakan sebuah pembelajaran hidup yang tidak pernah ia lupakan, bagaimana susahnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, istri dan anak-anaknya.

Pelajaran hidup inilah yang membuat ia tetap tampil sederhana meskipun ia kini menjadi anggota DPRD.

Ia selalu tampil dengan gaya sederhana saat hadir di gedung rakyat tersebut, bahkan dari berbagai kesempatan terlihat Sugeng Pranoto beberapa kali mengenakan sepatu yang harga puluhan ribu saja alias sepatu tidak bermerek.

Selalu ramah dengan siapa saja dan biasanya akrab dengan siapapun, begitulah pembawaan anggota DPRD Riau dari PDI Perjuangan ini.

Bila dibandingkan dengan anggota Dewan lain tentu gaya Sugeng Pranoto ini sangat berbeda jauh.

Kisah Kiai Berkuda di Riau Bagi-Bagi Bendera Merah Putih

Kisah Suardi, Relawan Asal Riau

Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau

Bahkan untuk kenderaannya saja Sugeng biasanya datang ke Gedung Dewan menyetir sendiri dan membawa mobil dengan kelas menengah yang harganya dibawah Rp150 juta.

Padahal kebanyakan anggota DPRD di gedung tersebut biasanya menggunakan mobil berkelas seperti misalnya jenis Fortuner dan Pajero bahkan ada yang menggunakan Landcruiser dan Rubicon serta mobil bermerek mahal lain lengkap dengan sopir.

Ada lagi hal menarik dari Sugeng Pranoto yang memperlihatkan gaya hidup sederhananya, ia tidak segan-segan untuk makan nasi kotak jatah yang disediakan setiap rapat di Dewan, karena sebagian anggota Dewan memilih untuk meninggalkan nasi kotak tersebut.

"Meski sekarang saya jadi anggota Dewan dan saya tetap berlatih hidup sederhana. Belanja sesuai penghasilan yang kita terima. Lebih tau disekitar kita banyak orang susah dari kita,"ujarnya.

Bagi Sugeng apa yang diterimanya sebagai anggota Dewan bukan untuk semata-mata memenuhi keinginannya saja dalam hal mencukupi kebutuhan dan mengikuti gaya hidup, melainkan banyak orang sekeliling yang harus diperhatikan terlebih saat ini ia menjadi wakil rakyat.

Termasuk tidak mau membelikan mobil mewah seperti anggota Dewan lainnya, menurutnya ia belum waktunya punya mobil mahal dan cukup menggunakan mobil yang bisa dipergunakan saja.

Rattan Handmade, Tempat Kerajinan Rotan Unik di Pekanbaru

5 Benda Unik di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru

4 Jembatan Megah di Pekanbaru

"Saya memang belum waktunya punya mobil seperti kawan-kawan yang lain. Apalagi anak saya banyak 5 orang. Dua kuliah, dua SMA , satu SD. Jadi banyak kebutuhan juga yang harus dibiayai,"kata Sugeng.

Ternyata sebelum menjadi Caleg di PDI Perjuangan, Sugeng merupakan kader PKB dan merupakan pecinta Gus Dur. Bahkan ia merupakan salah satu deklator PKB di Semarang tahun 1998 dan menjadi ketua ranting disalah satu Kelurahan di Semarang.

"Pindah di Pekanbaru masih di PKB dari pengurus kecamatan sampai duduk sebagai pengurus PKB di tingkat Kota Pekanbaru sebagai Dewan Syuro,"ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
183 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved