Wisata Riau

Tumpukan Batu Peninggalan Abad Ke-14 Ditemukan di Makam Datuk Gigi Putih Desa Temiang Riau

Makam Datuk Gigi Putih ini ramai diperbincangkan setelah Pokdarwis Desa Temiang menemukan tumpukan batu diduga situs sejarah

Editor: Aan Ramdani

Batu Peninggalan Abad 14 Ditemukan di Makam Datuk Gigi Putih Desa Temiang Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Makam Datuk Gigi Putih yang terletak di Desa Temiang, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau hangat di perbincangkan.

Makam Datuk Gigi Putih ini ramai diperbincangkan setelah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Temiang bersama masyarakat serta perangkat desa setempat menemukan tumpukan batu yang diduga peninggalan abad 14 beberapa minggu lalu.

Artinya, areal Makam Datuk Gigi Putih ini lebih tua dari Istana Siak yang ada di Kabupaten Siak. Informasi awal tentang dugaan tumpukan bantu yang peninggalan abad ke-14 ini didapat setelah tim peneliti Balai Pengkajian Budaya dari Batu Sangkar turun ke lokasi Makam Datuk Gigi Putih.

"Informasi sementara kata peniliti yang turun kemarin, batu yang ditemukan di sini berasal dari abad ke 14, bisa jadi bekas bangunan yang kita temukan ini lebih tua dari istana Siak. Namun mereka perlu lakukan penelitian lebih dalam temuan ini," jelas Samiun Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Tamiang saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com

Keberadaan Makam Datuk Gigi Putih Desa Temiang, Kecamatan Bandar Laksamana ini sebenarnya sudah sejak lama diketahui oleh warga sekitar.

Candi Muara Takus

Istana Siak

Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu

Plh Bupati Bengkalis Bustami HY saat mengunjungi  makan Datuk Gigi Putih di Desa Temiang Kecamatan Bandar Kabupaten Bengkalis
Plh Bupati Bengkalis Bustami HY saat mengunjungi makan Datuk Gigi Putih di Desa Temiang Kecamatan Bandar Kabupaten Bengkalis (tribunpekanbaru.com)

Hanya saja, Makam Datuk Gigi Putih ini keberadaanya tidak jauh berbeda dengan kondisi makam-makam lainya dan tidak begitu diperhatikan. Siapa sangka di Makam Datuk Gigi Putih ini ternyata menyimpan misteri sejarah yang sangat menarik untuk digali.

Sejak dua tahun terakhir inilah Makam Datuk Gigi Putih mulai di rawat. Perawatan Makam Datuk gigi Putih ini dilakukan oleh kelompok masyarakat sadar wisata di Desa Temiang. Pokdarwis ini beranggotakan sekitar sebelas orang, niat awal mereka ingin menjadikan makam ini sebagai tempat wisata religi.

Keninginan menjadikan Makam Datuk Gigi Putih sebagai tempat wisata religi ternyata diamini oleh Kepala Desa Tamiang. Satu diantaranya Pihak Desa membangunkan gapura sebagai tanda pintu masuk untuk menuju makam tersebut.

Gapura berwarta kuning ini juga sebagi lambang mulai terbangunnya kepedulian dan kesadaran akan potensi wisata di Desa Tamiang ini. Gapura yang sederhana ini pun dilengkapi dengan tulisan "WISATA RELIGI MAKAM DATUK GIGI PUTIH DESA TEMIANG".

Adanya bantuan tersebut tentu saja menjadi penyemangat bagi Pokdarwis Desa Tamiang. Pokdarwis desa Temiang semakin rutin membersihkan lokasi Makam Datuk Gigi Putih.

Tidak sia-sia, pada pertengahan tahun kemarin lokasi wisata religi Makam Datuk Gigi Putih mulai ramai dikunjungi masyarakat setempat.

Masjid Raya An Nur

Masjid Raya Pekanbaru

Rattan Handmade, Tempat Kerajinan Rotan Unik di Pekanbaru

Aktivitas Kelompok Sadar Wisata Desa Temiang Kecamatan bandar Laksamana Kabupaten Bangkalis saat goyong royong membersihkan areal sekitar Makam Datuk gigi Putih
Aktivitas Kelompok Sadar Wisata Desa Temiang Kecamatan bandar Laksamana Kabupaten Bangkalis saat goyong royong membersihkan areal sekitar Makam Datuk gigi Putih (Isimewa)

"Dua bulan terakhir mulai ramai, banyak masyarakat sekitar sini dan desa tetangga datang untuk melihat makam Datuk Gigi Putih ini, yang kita yakini memang makam tua," ungkap Samiun.

Melihat masyarakat tempatan dan sekitar Kecamatan Bandar Laksamana yang semakin rami berkunjung ke wisata religi Makam Datuk Gigi Putih tentu saja membuat Pokdarwis Desa Temiang semakin bersemangat.

Kemudian intensitas merawat lokasi Makam Datuk Gigi Putih pun ditingkatkan dan dilakukan secara swadaya dengan anggaran seadanya.

Hingga pada akhir Agustus 2020 lalu, kelompok sadar wisata Desa Temiang melakukan gotong royong bersama membersihkan Makam Datuk Gigi Putih. Tujuan gotong royong tersebut untuk memperluas lahan Makam Datuk Gigi Putih yang dijadikan wisata religi ini. Gotong royong pun diikuti Kepala Desa Tamiang, Masdar.

Ketika membersihkan lahan yang saat itu masih banyak tertutup semak belukar disekitar lokasi Makam Datuk Gigi Putih, Kepala Desa menemukan susunan bebatuan. Susunan bebatuan ini sangat menarik perhatian karena seperti bebatuan yang disusun dengan rapi.

Fanji Giovani, Polisi Riau Yang Sukses Jadi Gamer

Habib Ramadhan Kenalkan Adat dan Budaya Kampar Riau Lewat Youtube

Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau

Plh Bupati Bengkalis Bustami HY saat melihat temuan tumpukan batu yang diduga peninggalan abang ke-14 di makan Datuk Gigi Putih di Desa Temiang Kecamatan Bandar  Bengkalis Riau
Plh Bupati Bengkalis Bustami HY saat melihat temuan tumpukan batu yang diduga peninggalan abang ke-14 di makan Datuk Gigi Putih di Desa Temiang Kecamatan Bandar Bengkalis Riau (Isimewa)

"Kita bersama sama ketika itu mencoba mengali sekitar empat puluh sentimeter. Terlihat susunan bebatuan ini sepertinya semakin besar, hingga akhirnya terus kita buka sampai temukan susuna bebatua ini seluas delapan kali delapan meter" tambah Samiun.

Menurut Saimun, bentuk bebatuan yang ditemukan di Makam Datuk Gigi Putih ini persis seperti tapak bekas pendopo, tempat berkumpul, namun sudah tidak begitu utuh lagi.

Tidak saja bebatuan yang diduga peninggalan abad ke-14, dilokasi Makam Datuk Gigi Putih juga banyak ditemukan bekasan guci dan pecahan gelas serta piring batu. Kemudian ada beberapa makam lain yang baru ditemukan di lokasi wisata religi Makam Datuk Gigi Putih ini.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved