Pusat Konservasi Harimau Sumatra Akan Dibangun di Riau

Pusat Konservasi Harimau Sumatra Akan Dibangun di Riau, rencananya akan dibangun di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil

Dok.BBKSDA Riau
Harimau Sumatra bernama Corina dalam perawatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Yayasan Arsari Djojohadikusumo Sumatera Barat setelah mengalami luka jerat di Pelalawan Riau beberapa waktu lalu. 

Pusat Konservasi Harimau Sumatra Akan Dibangun di Siak Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Pusat Konservasi Harimau Sumatra Akan Dibangun di Riau, rencananya akan dibangun di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak.

Lokasi tersebut memiliki luas kurang lebih 200 ribu hektare Hutan Primer Rawa Gambut dan terdapat populasi satwa mangsa yang melimpah bagi harimau sumatra. Disamping itu, adanya dukungan Pemerintah Daerah.

Kepastian pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra di Riau ini ditandai dengan kerja sama antara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Rabu (29/8/2020) di Kantor Arsari Djojohadikusumo, MidPlaza 2 Jakarta.

Penandatanganan Perjanjian kerjasama antara Kepala Balai Besar KSDA Riau dengan Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo tentang Pusat Konservasi Harimau Sumatra ini ikut disaksikan Dirjen KSDAE, Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati.

10 Suaka Margasatwa di Riau

Penyelamatan Harimau Sumatra yang Terkena Jerat di Riau

Amar Memandikan Ular Piton Jumbo 5 Meter

Penandatanganan kerja sama antara Balai Besar KSDA Riau dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, di Kantor Arsari Djojohadikusumo, MidPlaza 2 Jakarta, Rabu (29/8/2020).
Penandatanganan kerja sama antara Balai Besar KSDA Riau dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, di Kantor Arsari Djojohadikusumo, MidPlaza 2 Jakarta, Rabu (29/8/2020). (Dok.Balai Besar KSDA Riau)

"Latar belakang dari kerjasama ini adalah intensitas konflik Harimau Sumatera dan manusia yang sering terjadi di Provinsi Riau, belum adanya tempat rehabilitasi Harimau Sumatera di Provinsi Riau, tingginya ancaman perburuan dan aktivitas ilegal, perubahan dan degradasi serta fragmentasi habitat yang terjadi," jelas Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono.

Disamping itu, karena menyempitnya habitat akibar peralihan kawasan menjadi perkebunan, pemukiman dan HTI sehingga area jelajah harimau sumatra menjadi terbatas dan sebagian besar berada di luar kawasan konservasi.

Bahkan, kasus kematian satwa liar terkhusus harimau sumatera beberapa kali terjadi terutama disebabkan karena kegiatan perburuan dengan pemasangan jerat satwa. Disamping kematian, ada pula harimau sumatra yang terluka dan perlu penanganan secara medis.

"Upaya untuk melakukan pencegahan pemburuan satwa dilindungi termasuk harimau sumatra yang saat ini dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan operasi atau patroli sisir jerat secara rutin," sambungnya.

Lebih jauh dipaparkan Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, dengan melihat permasalahan yang terjadi selama ini terhadap Harimau Sumatera, maka Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatera di Provinsi Riau merupakan langkah tepat yang harus segera direalisasikan.

Lokomitif Peninggalan Jepang di Pekanbaru

Kebun Binatang Kasang Kulim

Bolu Kemojo Oleh-Oleh Khas Pekanbaru

Foto bersama  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam  Riau dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, di Kantor Arsari Djojohadikusumo, MidPlaza 2 Jakarta, Rabu (29/8/2020).
Foto bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, di Kantor Arsari Djojohadikusumo, MidPlaza 2 Jakarta, Rabu (29/8/2020). (Dok.Balai Besar KSDA Riau)
Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Aan Ramdani
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved