Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau

Sherly Putri Yandani merupakan wanita asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang fokus menjalankan profesi wasit sepakbola sejak tahun 2017 lalu

Editor: Aan Ramdani
Isimewa
Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal kabupaten Kuansing Riau 

Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Sherly Putri Yandani, merupakan wasit cantik sepakbola wanita pertama dari Riau. Sherly Putri Yandani merupakan wanita asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang fokus menjalankan profesi wasit sepakbola sejak tahun 2017 lalu.

Karir wasit sepakbola ini dimulai Sherly Putri Yandani setelah selesai menamatkan bangku kuliah. Karirnya berjalan dengan baik, bahkan kini si wasit cantik ini telah mengantongi kualifikasi sebagai wasit nasional.

Olahraga sepakbola memang identik dengan olahraganya kaum laki-laki begitu pula untuk wasit yang didominasi laki-laki. Namun, kondisi ini tentu tidak membuat semangat si wasit cantik Sherly Putri Yandani ini kendur untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

Wasit cantik Sherly Putri Yandani pun membuktikanya dengan capain yang luar biasa, dalam waktu kurang dari tiga tahun, ia berhasil mencapai lisensi C1. Ini membuatnya cukup terkenal di persepakbolaan tanah air, khususnya di Bumi Lancang Kuning Riau.

Rattan Handmade, Tempat Kerajinan Rotan Unik di Pekanbaru

4 Jembatan Megah di Pekanbaru

Lokomitif Peninggalan Jepang di Pekanbaru

Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Kuantan Singingi Riau
Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Kuantan Singingi Riau (Isimewa)

Betapa tidak, Sherly Putri Yandani merupakan wasit wanita pertama dari Riau. Wasit cantik ini juga mengaku paling feminim dari antara wasit-wasit wanita lainnya.

Ia tidak menjadi wasit nasional begitu saja. Sherly Putri Yandani melewati jalan yang sulit. Bahkan sempat tidak mendapat restu orangtua. Tidak berhenti disitu berbagai cemooh dari orang lain pun diterima wasit cantik ini dengan lapang dada. Bukanya surut, justru hal tersebut menjadi cambuk penyemangat baginya, Sherly Putri Yandani pun mampu membuktikan kemampuanya.

Kepada tribunpekanbaru.com Sherly Putri Yandani bercerita, ketertarikanya dengan pekerjaan wasit ini bermula dari abangnya yang tak lain sebagai seorang pemain sepakbola. Awalnya hanya menonton pertandingan. Lalu wasit cantik ini mulai bergabung dengan kepanitian lomba. "Pulang ke rumah, selalu berhayal. Kalau jadi wasit bola pasti keren. Pengenlah jadi wasit PSPS (klub Sepakbola di Riau)," kata Sherly Putri Yandani mengenang awal mula tertarik menjadi wasit sepakbola .

Kala itu Wasit cantik usia 25 tahun ini memberanikan diri untuk berkonsultasi dengan pejabat di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kuntan Singingi. Pejabat itu memberitahunya jika wanita bisa menjadi wasit sepakbola. Melihat peluang tersebut Sherly Putri Yandani memutuskan untuk mengikuti kursus lisensi tingkat dasar (C3) akhir 2017 lalu.

Bolu Kemojo Oleh-Oleh Khas Pekanbaru

Candi Muara Takus

Istana Siak

Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau
Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau (Isimewa)

"Saya beranikan diri aja. Nggak tau aturan bola, nggak bisa mainnya, yang penting ikut aja," tutur Sherly Putri Yandani. Ia tidak minder meski wanita hanya dia sendiri dari 73 peserta pada kursus lisensi itu. Ternyata hasillnya pun memuaskan.

Selang beberapa bulan, Sherly Putri Yandani mendapat informasi tentang kursus lisensi C2. Wasit Cantik ini antusias untuk ikut. Namun dilarang ibunya. Apalagi abangnya pemain bola. Keluarga khawatir risiko seorang wasit bisa menimpanya. Sesuatu yang buruk bisa saja terjadi padanya saat memimpin pertandingan. Sherly Putri Yandani sadar betul kekhawatiran itu adalah bentuk rasa sayang orangtua dan keluarga kepadanya.

Namun tekad Sherly Putri Yandani sudah bulat. Wasit cantik ini mengikuti kursus C2 di Provinsi Jambi. Tidak disangka, dibawa kabur abangnya ke Batam agar ia tidak sampai ikut kursus tersebut. Akhirnya kursus C2 di Jambi dilewatkan oleh wasit cantik ini. Namun tidak lantas mengubur tekadnya. Wanita cantik ini tetap ikut begitu mendengar informasi kursus C2 akan digelar di Sumatera Barat tahun 2018.

"Saya berangkat sendiri. Pakai uang sendiri. Nggak minta uang dari orangtua," ujar Sherly Putri Yandani. ‎Dari Sumbar, ia berhasil mengantongi lisensi C2. ‎Berbekal lisensi ini, ia dapat memimpin pertandingan di tingkat lokal. Seperti laga Sekolah Sepakbola (SSB) di Lapangan Teluk Kuantan.

Sherly Putri Yandani mulai serius mendalami pengetahuan tentang wasit sepakbola. Berbagai laga dia pimpin. Di sini, wasit cantik ini justru nyaris memilih berhenti dari wasit. "Sering dimarahi karna bikin kesalahan. Sudah capek-capek, dimarahi lagi. Sempat mau berhenti jadi wasit," katanya.

Bukan Sherly Putri Yandani namanya jika gampang putus asa. Si wasit cantik ini terus berlatih dan belajar. Sherly Putri Yandani memperbaiki kekurangannya dengan belajar dari orang lain. Bahkan cara berlari yang benar, dipelajarinya. Ketekunannya berbuah manis, kiprahnya kian tersiar. Alhasil, ia menerima undangan seleksi wasit Liga I Putri tahun 2019 lalu.

Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Provinsi Riau
Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Provinsi Riau (Isimewa)

Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu

Habib Ramadhan Kenalkan Adat dan Budaya Kampar Riau Lewat Youtube

5 Benda Unik di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru

Sherly berangkat sendiri ke Jakarta. Di situ ia tahu jika dirinya adalah wanita pertama dari Riau yang ikut di ajang bergengsi itu. Sherly Putri Yandani masih belum percaya sisi mana yang membuatnya diundang ke ajang itu. Senang bercampur bingung, tanpa ragu lagi wasit cantik ini memenuhi panggilan seleksi tersebut.

"Yang penting berangkat aja. Lolos nggak lolos urusan nanti. Pakai ongkos sendiri, saya berangkat ke Jakarta," ujar Sherly Putri Yandani.

Wasit cantik ini masuk dalam 53 peserta lainya. Seleksi itu hanya meloloskan 15 orang. Tidak sia-sia wasit cantik ini ternyata lolos bersama 14 lainya. Setelah lolos, Sherly Putri Yandani Lalu mendapat tugas pertamanya di Yogyakarta.

Di tengah bertugas, Sherly Putri Yandani disarankan ikut kursus lisensi C1 di Pekanbaru. Kesempatan ini tidak disia-siakannya. Digembleng 10 hari, ia berhasil meraih lisensi nasional tersebut. Ini adalah buah dari ketekunan dan kebulatan tekadnya.

Jam terbang Sherly Putri Yandani sebagai wasit kian tinggi. Salah satunya memimpin pertandingan Tim Nasional U-16 di Bogor pada 2019. Baginya, sebagai wasit wanita memberi kepuasan tersendiri. "Perempuan bisa memimpin 22 pria di lapangan, rasanya bangga. Apalagi sejak kecil, saya suka bermain dengan teman laki-laki," pungkasnya.

Halaman selanjutnya

Biodata

...

Ikuti kami di
KOMENTAR
112 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved