Balai Besar KSDA Riau Evakuasi Gajah Sumatra Usai 50 Tahun di Rokan Hilir

Balai Besar KSDA Riau melakukan evakuasi terhadap gajah tunggal usia 50 tahun berenis kelamin betina di Desa Melayu Besar Rokan Hilir

Isimewa
Petugas Balai Besar KSDA Riau Evakuasi Gajah Sumatra Usai 50 di Rokan Hilir, Minggu (26/7/2020). Dok.Balai Besar KSDA Riau 

Balai Besar KSDA Riau Evakuasi Gajah Sumatra Usai 50 Tahun di Rokan Hilir

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan evakuasi terhadap gajah tunggal usia 50 tahun berenis kelamin betina di Desa Melayu Besar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir.

Proses evakusi gajah seberat 4 ton ini merupakan tidak lanjut hasil survei populasi yang dilakukan BBKSDA Riau bersama mitranya yang dilakukan mulai 2018 lalu. Dalam survei tersebut menunjukan bahwa masih terdapat 1 ekor satwa gajah sumatra di kantong gajah sumatra Rokan Hilir.

"Kemudian kita mulai pelaksanaan tanggal 22 Juli lalu bersama Yayasan TNTN, Wildlife Conservation Indonesia, Kepolisian dan masyarakat," jelas Suharyono, Kepala Balai Besar KSDA Riau.

Evakuasi gajah sumatra ini dilakukan setelah mempertimbangkan beberapa hal. Pertama mempertimbangkan keselamatan gajah sumatra yang hanya satu ekor, peluang untuk berkembang biak dan menghentikan konflik yang terjadi dengan manusia.

10 Suaka Margasatwa di Riau

Kebun Binatang Kasang Kulim

Taman Kota Pekanbaru

Dalam upaya tersebut gajah sumatra tunggal ini berhasil di evakuasi pada hari Minggu 26 Juli 2020 sekitar pukul 03.00 wib.

Dalam evakusi petugas menggunakan dua ekor Gajah jinak yang bernama Bankin dan Indah.

Selanjutnya Gajah sumatra tersebut dibawa ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga untuk pemeriksaan medis dan pemantauan perilaku.

Sesampai di PLG pihak BBKSDA Riau tidak langsung melakukan pelepasliaran mengingat gajah sumatra yang baru dievakuasi ini berprilaku jinak.

"Kegiatan pelepasliaran langsung setelah evakuasi tidak dimungkinkan karena perilaku Gajah yang agak jinak dikhawatirkan tidak dapat eksis lagi di alam dan menimbulkan konflik baru dengan manusia," ujarnya.

Candi Muara Takus

Asam Pedas Baung

4 Jembatan Megah di Pekanbaru

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved