Dugaan Kecurangan PPDB

Puluhan Orangtua Sisiwa Datangi SMA Negeri 8 Pekanbaru

Puluhan orangtua sisiwa mendatangai SMA Negeri 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020) terkait dengan dugaan kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru

tribunpekanbaru.com
Sejumlah orangtua calon siswa mendatangi SMA Negeri 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020). Mereka mendatangi sekolah ini untuk meminta kejelasan kepada pihak sekolah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dinilai janggal. 

Dengan adanya temuan ini, wakil rakyat di DPRD Riau menduga kuat bahwa peranan lurah dalam persoalan ini cukup besar.

Sebab kelurahan lah yang memiliki kewenangan mengeluarkan Suket domisili yang kemudian dijadikan sebagai dokumen bagi orang tua untuk mendaftarkan anak di sekolah tersebut.

"Saya minta kepada pak walikota, tolong lurahnya ini dievaluasi. Karena kita tidak ingin PPDB ini menjadi ladang bagi oknum tertentu," kata Zukri.

Monumen Lokomotif, Jejak Romusha di Pekanbaru Riau

4 Jembatan Megah di Pekanbaru

Habib Ramadhan, Youtuber Asal Kampar Riau

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru, Tavip Tria Candra membantah pihaknya melakukan kecurangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ia mengaku sama sekali tidak memiliki niat untuk melakukan kecurangan dengan menerima siswa yang berada diluar zonasi hanya karena berbekal surat keterangan domisili.

"Tidak ada upaya kami untuk bermain, demi Allah, kami sama sekali tidak akan melakukan hal ini (kecurangan). Karena apa yang diinginkan masyarakat, kami juga menginginkan seperti itu," kata Tavip, Kamis (25/6/2020).
Tavip mengungkapkan, pihaknya hanya menjalankan proses PPDB sesuai aturan yang berlaku, sehingga ada kewenangan yang diluar kemampuan sekolah untuk memutuskannya.

Salah satunya adalah terkait Suket domisili yang dikeluarkan pihak kelurahan.

"Kami di sekolah bekerja sesuai ketentuan, kami hanya melakukan verifikasi data yang dimasukkan oleh calon peserta didik, ketika yang dimasalahkan itu Suket domisili, itu kewenangannya bukan di kita, itu wewenang orang lain, jadi saya pun tidak bisa mengambil keputusan," katanya.

Pihaknya mengaku sudah melaporkan persoalan ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Dari laporan tersebut disepakati bahwa untuk calon peserta didik yang mendaftar dengan menggunakan Suket domisili harus diverifikasi ulang lagi.

"Hari ini kita mulai lakukan verifikasi faktual. Kita lihat lagi, kalau suketnya di keluarkan berulang-ulang dengan tanggal yang berbeda-beda, berarti ada oknum yang bermain, makanya kita akan lakukan verifikasi faktual dan langsung turun ke lapangan, kita tanya langsung, benar tidak anak itu ada, ketika anak itu tidak ada, berarti ini rekayasa, dan itu langsung kita coret," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved