Dugaan Kecurangan PPDB

Puluhan Orangtua Sisiwa Datangi SMA Negeri 8 Pekanbaru

Puluhan orangtua sisiwa mendatangai SMA Negeri 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020) terkait dengan dugaan kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru

Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin
tribunpekanbaru.com
Sejumlah orangtua calon siswa mendatangi SMA Negeri 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020). Mereka mendatangi sekolah ini untuk meminta kejelasan kepada pihak sekolah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dinilai janggal. 

Puluhan Orangtua Sisiwa Datangi SMA Negeri 8 Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Puluhan orangtua sisiwa mendatangai SMA Negeri 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020) terkait dengan dugaan kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Orangtua yang didomiunasi oleh ibu-ibu terlihat kesal karena anaknya tidak masuk dalam daftar sisiwa zonasi. Padahan mereka merupakan warga yang tinggalnya dekat dengan sekolah tersebut.

Kekesalan pun semakin bertambah kala para orangtua calon siswa SMA Negri 8 Pekanbaru ini mendapati calon sisiswa yang domisilinya juh dari Sekolah malah lulus.

Para orangtua meminta pihak sekolah transfaran dalam melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Kami minta Sekolah menyelesaikan persoalan ini," jelas salah seorang orangtua siswa Satu dari sejumlah orangtua siswa, Idham Khalid Harahap

"Masak ada sisiwa yang masuk dalam daftar zonasi yang alamatnya hanya 23 meter dari sekolah. Dimana itu rumahnya, di WC ? kan ngak masuk akal," kata salah seorang orang tua siswa yang ikut dalam aksi tersebut.

Kota Pekanbaru

Taman Rekreasi Alam Mayang Pekanbaru

Bolu Kemojo Oleh-Oleh Khas Pekanbaru

"Pas kami tanya mana KK nya, mereka (panitia PPDB,red) tidak bisa menunjukkan," sambungnya.

Tidak hanya itu, sejumlah kejanggalan juga ditemukan dalam PPDB di SMA 8 Pekanbaru. Diantaranya adalah alamat orang tua siswa yang mendaftar sama.

"Masak iya ada tiga anak alamatnya sama, kan aneh," katanya.

Akibat dugaan akal-akalan dari pihak sekolah tersebut, sejumlah orang tua siswa yang rumahnya ada di sekitar sekolah dan sudah lama menetap serta sudah memiliki KK setempat merasa dirugikan.

"Kita warga tempatan ini dianggap, apa, dianggap binatang, masak warga disekitar sekolah tidak diperhatikan," sebutnya.

Tidak hanya itu, sejumlah warga juga menyampaikan adanya sejumlah kejanggalan terkait surat domilisi yang dijadikan sebagai syarat untuk mendaftar di sekolah.

"Ada surat domisili yang baru dibuat bulan Juni ini, dan itu diterima, padahal sesuai aturan kan paling tidak satu tahun surat domisi itu dikeluarkan baru bisa digunakan untuk mendaftar," katanya.

Asam Pedas Baung

Daftar 12 Kecamatan dan 83 Kelurahan di Kota Pekanbaru

Pasar Bawah Pekanbaru

Dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Riau juga hadir untuk melakukan sidak atas persoalan tersebut, diantaranya Wakil Ketua DPRD Riau, Zukri Misran yang didampingi Anggota DPRD Riau, Kasir, Parisman Ikhwan dan Soniwati.

Wakil Ketua DPRD Riau, Zukri Misran menjelaskan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tersebut dinilai janggal dan dugaan kuat ada kecurangan.

Seperti diketahui proses PPDB sudah berjalan sejak Rabu (17/6/2020) lalu.

"Bahwa benar, ternyata ada yang berupaya memalsukan data, sampai mengubah tiga Surat Keterangan (Suket) Domisili yang dikeluarkan pihak kelurahan dalam satu hari. Jadi satu hari itu, tiga Suketnya bisa diubah-ubah," kata Wakil Ketua DPRD Riau

Tidak hanya itu, pihak kelurahan juga diduga tidak jujur dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sebab pihak kelurahan setempat mengaku hanya mengeluarkan sebanyak 78 Suket Domisili.

"Tapi setelah kita kroscek, ternyata ada 127 Suket yang sudah mereka keluarkan," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
103 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved