Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru merupakan ibu kota Provinsi Riau yang letaknya berada ditengah pulau Sumatra

Tribunpekanbaruwiki.com
Tugu Selais Tiga Sepadan Merupakan Salah Satu ikon di Kota Pekanbaru 

Kota Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Kota Pekanbaru merupakan ibu kota Provinsi Riau yang letaknya berada ditengah pulau Sumatra.

Kota Pekanbaru Juni 2020 ini telah memasuki usia ke- 236. Mulanya Kota Pekanbaru ini dikenal dengan nama Senapelan yang dipimpin oleh seorang kepala suku atau yang lebih dikenal dengan sebutan Batin.

Pekanbaru yang kala itu bernama Senapelan terus berkembang dan meluas, nama Senapelan pun berubah menjadi Payung Sekaki.

Pemerhati Sejarah, Iwan Syawal beberapa waktu lalu saat berbincang dengan tribunpekanbaruwiki.com, Pekanbaru mulanya tumbuh di sekitar Sungai Siak. Di zaman penjajahan Pekanbaru memang menjadi tempat persinggahan dan perdagangan.

"Dulu zaman Belanda di Petapahan itu salah satu kawasan penting penghasil berbagai macam hasil bumi dan tambang. Akses kesana itu ya menggunakan aliran Sungai tapi kalau menggunakan kapal besar tidak bisa jadi Senapelan itu jadilah titik bergenti mereka, untuk lanjut ke Petapahan mereka menggunakan kapal lebih kecil," paparnya.

Bolu Kemojo Oleh-Oleh Khas Pekanbaru

Asam Pedas Baung

Pasar Bawah Pekanbaru

Kompleks perkantoran Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya
Kompleks perkantoran Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya (tribunpekanbaru.com)

Dengan kondisi tersebut Senapelan atau Payung Sekaki jadilan salah satu titik atau pusat keluar masuknya barang-barang seperti kayu dan hasil hutan lainya serta bahan tambang seperti emas.

Dikutip dari laman resmi pemerintah kota Pekanbaru pekanbaru.go.id, Perkembangan Senapelan sangat erat dengan Kerajaan Siak Sri Indra Pura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun Istana di Kampung Bukit dan diperkirakan Istana tersebut terletak disekitar lokasi Mesjid Raya sekarang. Sultan kemudian berinisiatif membuat pekan atau pasar di Senapelan namun tidak berkembang. Kemudian usaha yang dirintis tersebut dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali yang bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah meskipun lokasi pasar bergeser di sekitar Pelabuhan Pekanbaru sekarang.

Akhirnya menurut catatan yang dibuat oleh Imam Suhil Siak, Senapelan yang kemudian lebih popular disebut Pekanbaru resmi didirikan pada tanggal 21 Rajab hari Selasa tahun 1204 H bersamaan dengan 23 Juni 1784 M oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah dibawah pemerintahan Sultan Yahya yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.

Sejak ditinggal oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah, penguasaan Senapelan diserahkan kepada Datuk Bandar yang dibantu oleh empat Datuk besar yaitu Datuk Lima Puluh, Datuk Tanah Datar, Datuk Pesisir dan Datuk Kampar. Mereka tidak memiliki wilayah sendiri tetapi mendampingi Datuk Bandar. Keempat Datuk tersebut bertanggungjawab kepada Sultan Siak dan jalannya pemerintahan berada sepenuhnya ditangan Datuk Bandar.

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

Monumen Lokomotif, Jejak Romusha di Pekanbaru Riau

Masjid Raya Pekanbaru

Suasana di Dalam Masjid Raya Pekanbaru atau Masjid Raya Senapelan. Tribunpekanbaru.com
Suasana di Dalam Masjid Raya Pekanbaru atau Masjid Raya Senapelan. Tribunpekanbaru.com (Tribunpekanbaru.com)
Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved