Bolu Kemojo Oleh-Oleh Khas Pekanbaru

Rasanya yang manis dan aromanya sangat khas dan bisa menjadi pilihan oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Pekanbaru

Tribunpekanbaru.com
Bolu Kemojo oleh-oleh khas Kota Pekanbaru 

Bolu Kemojo Oleh-Oleh Khas Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Bolu kemojo merupakan salah satu makanan khas Kota Pekanbaru Provinsi Riau yang cukup digemari dan kerap dijadikan buah tangan oleh para pelancong yang datang ke bumi melayu lancang kuning ini.

Bolu kemojo ini semula merupakan makanan khas yang hanya dapat ditemukan dalam kegiatan-kegiatan sakral adat melayu, misalnya saat kenduri, acara pernikahan dan hari-hari besar keagamaan seperti hari raya idul fitri.

Makanan yang berbentuk persegi lima ini dulunya juga hanya dapat dipesan ketika dibutuhkan kepada masyarakat melayu yang dapat membuatnya.

Namun kini tentu saja untuk mencicipi pangan khas ini tidak usah menunggu acara adat dan keagamaan tersebut karena gampang dijumpai di berbagai gerai toko oleh-oleh yang ada di Kota Pekanbaru.

Beberapa waktu lalu tribunpekanbaruwiki sempat berbincang dengan Dinawati, ia dapat dikatakan sebagai pelopor pengembangan Bolu Kemojo di
Kota Pekanbaru Provinsi Riau.

Sejak tahun 1998 silam ia mulai belajar mengembangkan usaha miliknya ini mulai dari nol, bermodalkan satu buah
cetakan bolu kemojo mulik ibunya.

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu

Istana Siak

"Waktu itu saya belajar dengan ibu saya menggunakan satu cetakan.
Jujur saja waktu itu saya memang tidak pandai memasak. Tapi,
Alhamdullilah terus menerus belajar akhirnya bisa dan mulailah
mengembangankan usaha ini. Dulu untuk buat 1 kilo saja bisa dari pagi
sampai malam. Ya, karena cetakanya hanya satu," jelas Dinawati saat
berbincang dengan Tribun Pekanbaru,di Gerai Bolu
Kemojo Al Mahdi miliknya di Jalan Rajawali nomor 50 Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi.

Sebagai anak melayu Riau asli dirinya memang memiliki niat yang besar
untuk mengankat hal-hal yang berkaitan dengan keaslian daerah dan ia lebih memilih melalui pengembangan kuliner.

"Tahun 1998 itu memang
belum ada yang membuka usaha bolu kemojo ini. Dapat dikatakan kami
yang pertama, kemudian memang ada keinginan Pemerintah Daerah yang
mengembangkan hal-hal yang demikian dan kami membaca peluang
tersebut," ujar pensiunan anggota DPD RI ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved