10 Suaka Margasatwa di Riau

Provinsi Riau memiliki 10 Suaka Margasatwa yang pengawasan dan pengelolaanya dibawah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin
tribunpekanbaru.com
Salah satu Kanal Cagar Biosfer Giam Siak Kecil masih terdapat kayu ilegal 2018 lalu. Tribunpekanbaru.com 

10 Suaka Margasatwa di Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Provinsi Riau memiliki 10 Suaka Margasatwa yang pengawasan dan pengelolaanya dibawah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Berikut ini 10 Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa di Riau

1. Suaka Margasatwa Tasik Tanjung Padang

SM Tasik Tanjung Padang ini berada dikawasan Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti yang merupakan wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah III Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Riau.

Lokasi tersebut ditetapkan menjadi Suaka Margasatwa Tasik Tanjung Padang karena beberapa hal yakni, merupakan kawasan yang memiliki karakteristik yang khas, yaitu type hutan hujan dataran rendah dengan keanekaragaman hayati tinggi menjadi habitat berbagai jenis satwa langka dan terancam punah disamping juga sebagai penyangga sistem kehidupan disekitarnya.

Ekosistem di SM Tasik Tanjung Padang ini merupakan hutan hujan dataran rendah dengan tipe ekosistem hutan rawa gambut yang didalamnya terdapat berbagai jenis flora dan fauna.

Misalnya saja flora meliputi Kelat (Syzygium sp), Meranti (Shorea sp), Gerunggang (Cratoxylum celebicum), Suntai (Polaquium walsurifolium), Punak (Tetramerista glabra Miq), Kempas (Koompassia malaccensis), Anggrek Hutan (Phalaepsis sp)

Kemudian faunanya meliputi satwa Trenggiling (Manis javanica), Burung Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Rangkong papan (Buceros bicornis), Punai (Treron vernans), Lutung (Presbytis Cristata), Musang (Cynogale bennetti), Buaya muara (Crocodylus porosus), Bangau Tontong (Leptoptlos javanicus), Kancil (Tragulus napu), Rusa (Cervus unicolor).

Berdasarkan data dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Luas wilayah Suaka Margasatwa Tasik Tanjung Padang ini 4.925 Ha.

Untuk menuju lokasi ini dibutuhkan waktu kurang lebih 8 jam perjalanan dari Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau.

Kebun Binatang Kasang Kulim

Dompet Dhuafa Riau Semprotkan Disinfektan di Kantor Tribun Pekanbaru

Mal Pekanbaru

2. Suaka Margasatwa Tasik Serkap
Suaka Margasatwa Tasik Serkap ini memiliki luas 6.900 ha berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 173/Kpts-II/1986 tanggal 6 Juni 1986.

Suaka Margasatwa Tasik Serkap memiliki karekteristik yang khas, yakni tipe hutan rawa gambut dengan jenis keanekaragaman hayati flora dan fauna yang khas. Ekosistem rawa gambut pada kawasan SM Tasik Serkap terjaga dengan baik dengan keberadaan Sungai Serkap yang terjaga kondisi hidrologisnya.

Flora meliputi Ramin (Gonystllus bancanus), Suntai (Palaqium walsurifolium), Kempas (Koompassia malaccensis), Meranti (Shorea sp.), dan Bintangur (Calophyllum sp.).

Kemudian Fauna Buaya Muara (Crocodylus porosus), Beruang Madu (Helarctos malayamus), Trenggiling (Manis javanica), Kera ekor panjang (Macaca fascicularis), Rangkong (Buceros sp.), Kuntul (Egretta sp.), dan Ikan Arwana (Schleropages formosus).

Kawasan ini berada di Kabupaten Pelalawan, dimana dalam kawasan ini terdapat tasik atau danau yang menarik jika dikembangkan untuk wisata alam.

Untuk menuju lokasi tersebut tidaklah mudah yang membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 8 jam perjalanan melalaui perjalanan darat. Meliputi perjalanan dari Kota Pekanbaru ke Pangkalan Kerinci sekitar 1,5 jam. Dilanjutkan perjalanan ke Kecamatan Teluk Meranti dengan waktu tempuh 2,5 jam. Perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal ketingting dengan waktu tempuh 4 jam.

Masjid Nurussalam Pekanbaru

Ruang Terbuka Hijau Putri Kaca Mayang

Pondok Durian Ayah di Pekanbaru

3. Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga

Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga ini berada didi Desa Muara Basung Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, di Wilayah Kerja Seksi Konservasi Wilayah III Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Riau dengan luasa kawasan 5.873 Ha.

Flora yang ada dikawasan ini meliputi Meranti (Shorea sp), Jelutung (Alstonia sp), Merbau (Instsia sp), Kempas (Koompassia malaccensis)

Kemudian Fauna meliputi satwa Gajah (Elephas maximus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Rusa (Cervus timorensis), Kancil (Tragulus napu), Burung Enggang (Buceros rhinoceros), Raja Udang (Halcyon capensis), Bangau (Ibisleuco cephalus).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved