Pondok Durian Ayah di Pekanbaru

Pondok Durian Ayah sudah hadir sejak tahun 90-an, namanya cukup populer dan memiliki banyak kerjasama dengan berbagai pihak.

Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin
Tribun Pekanbaru
Owner Pondok Durian Ayah, Eko bersama istrinya, Fitri dan anaknya tunjukkan produk olahan durian. Istimewa 

Pondok Durian Ayah di Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Bagi anda yang sedang berkunjung ke Kota Pekanbaru bisa mencicipi salah satu buah yang tak ada matinya. Ya, buah durian.

Bisa dibilang musim durian ini berlangsung sepanjang tahun dan anda bisa menemukanya di Jalan Jendral Sudirman, satu diantaranya yang sudah melegenda sejak puluhan tahun lalu adalah Pondok Durian Ayah.

Pondok Durian Ayah sudah hadir sejak tahun 90-an, namanya cukup populer dan memiliki banyak kerjasama dengan berbagai pihak.

Owner Pondok Durian Ayah, Eko Saputra mengatakan, sanggup bertahan hingga saat ini memang bukan suatu yang mudah.

Bahkan tak jarang pondok-pondok durian yang ada sebelumnya di Jalan  Jendral Sudirman  banyak yang tutup.

Baerbagai langkah, upaya dan strategi tentu saja dilakukan untuk menjalankan usahanya ini.

Di antaranya dengan mengolah makanan durian menjadi sejumlah aneka makanan dan minuman. Tidak berhenti disitu, pihaknya juga memasarkannya ke berbagai tempat.

"Selain durian, kita juga produksi olahan makanan seperti pancake, daging durian, durian kupas, kemudian minuman dari olahan durian," kata Eko, Rabu lalu (4/3/2020).

lebih lanjut dipaparkanya, pondok durian ini mulanya dirintis oleh orangtua nya yang ketika itu juga menjadi pelopor pondok durian yang ada di Kota Pekanbaru. Ketika itu sang Ayah mulanya menjalani bisnis jual beli daging dan mulai beralih dengan usaha durian ini.

"Kemudian beralih jualan durian, dengan mencari durian sendiri ke berbagai daerah di Sumatera, dan menyewa tempat di Jalan Sudirman, yang awalnya berlokasi di dekat Hotel Pesonna, pada tahun 1992, sebelum pindah ke dekat fly over Sudirman," terangnya.

"Ayah saya dulunya pertama kali mencari durian ke berbagai tempat di Sumatera, kemudian di jual di sini. Sekarang, saudara-saudara saya juga punya pondok masing-masing di Jalan Sudirman. Itu yang di seberang Hotel Pangeran punya kami semua. Sempat ada juga yang buka sebelumnya sejumlah pondok dekat sana, tapi semua sudah tutup, tinggal kami saja orang-orang lama yang masih bertahan," tambahnya lagi.

Dapatkan Durian dari Berbagai Daerah di Sumatra

Sementara itu, istri Eko, Fitri mengatakan, pihaknya juga membuat pancake untuk diisi ke berbagai tenan-tenan di sejumlah mal Pekanbaru. Pihaknya juga mengisi daging durian murni untuk pusat penjualan kue, tempat penjualan martabak, dan tempat penjualan makanan lainnya yang menggunakan durian sebagai salah satu varian rasanya.

Untuk durian, dikatakannya datang dari berbagai tempat di Sumatera. Karyawannya terus berputar ke daerah-daerah untuk mendapatkan durian, seperti Sumatera Barat, Jambi, Palembang, Sumatera Utara, dan berbagai daerah lainnya.

"Untuk harga kita mulai dari Rp 50 ribu, hingga 85 ribu untuk yang super. Kalau soal isi duriannya kita jamin bagus, karena di sini kita memang mengutamakan kualitas," ujarnya.

Memiliki kualitas yang bagus, menjadikan Pondok Durian Ayah sebagai rujukan bagi para pejabat dan juga artis-artis yang datang dari ibukota yang memang doyan makan buah yang satu ini.

Peronel Slank juga kerap mampir ke Pondok Durian Ayah ini, bahkan ia memiliki pengalaman yang cukup unik saat dibangunkan oleh salah seorang personel slank yang datang ke Pondok Durian saat ia sedang ketiduran.

Sekali bongkar durian, setidaknya sebanyak 1.000 durian turun, dan jika sedang banyak dan musim, bisa 2.000 buah diturunkan.

Tidak jarang juga Pondok Durian Ayah menggelar iven dan bekerja sama dengan berbagai pihak di Pekanbaru, misalnya Festival Makan Durian Sepuasnya yang sempat viral pada tahun 2019 lalu bekerjasama dengan pihak Living World Pekanbaru.

 --

(AAN RAMDANI/TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR
48 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved