Amar Memandikan Ular Piton Jumbo 5 Meter

Hallo sahabat tribunpekanbaruwiki, kali ini kita berkesempatan untuk menyaksikan kesibukan Muammar Syahida merawat satwa ular miliknya.

Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin

VIDEO: Amar Memandikan Ular Piton Jumbo 5 Meter

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Hallo sahabat tribunpekanbaruwiki, kali ini kita berkesempatan untuk menyaksikan kesibukan Muammar Syahida merawat satwa ular miliknya.

Seperti yang pernah tribunpekanbaruwiki.com ulas sebelumnya, Muammar Syahida atau yang akrab disapa Ammar merupakan salah seorang pemuda asal Provinsi Riau yang mampu menaklukan berbagai jenis ular berbisa yang kini memiliki lebih dari 15 ekor ular peliharaan, baik ular yang berbisa maupun tidak berbisa.

Nah, dikesempatan kali ini kita mendapatkan kesempatan untuk melihat koleksi beberapa ular yang dipelihara oleh Amar dan melihat Amar secara langsung mandiin ular piton ukuran jumbo kesayanganya bernama Kalista.

Ya, nama yang cukup unik untuk ular piton berjenis kelamin perempuan yang sudah berusia 5 tahun ini.

Meskipun si ular Piton bernama Kalista ini jenis ular yang tidak berbisa namun harus tetap berhati-hati, karena taringnya yang cukup panjang siap merobek kulit mangsanya. Kali ini Amar mulai beraksi dengan menggunakan retractable snake hook atau pengait ular.

Tugu Selais Tiga Sepadan

Wisata Berkuda Savana Stable Jadi Merchant Tribun Family Card

Abdurrab Foundation Akan Gelar Seminar Internasional Alam Melayu

Muammar Syahida saat menunjukan salah satu ular peliharaanya kepada tribunpekanbaruwiki.com, Kamis (27/2/2020)/Aan Ramdani
Muammar Syahida saat menunjukan salah satu ular peliharaanya kepada tribunpekanbaruwiki.com, Kamis (27/2/2020)/Aan Ramdani (Tribunpekanbaruwiki.com)

Karena menurut Amar meskipun si Kalista sudah termasuk piton yang jinak namun ia tetap tidak mengenali majikanya, disaat ia merasa terancam maka ia akan tetap menyerang.

"Ular inikan termasuk satwa yang tidak mengenal tuanya, kalau dia terancam yang bisa menyerang. Walaupun tidak berbisa tapi tetap bahaya lilitan ular Piton ini," jelas Amar kepada tribunpekanbaruwiki.com.

Piton dengan panjang 5 meter ini dirawat oleh Amar saat usia dibahawah 1 tahun saat panjangnya masih 1 meter.

Ular yang akrab dengan nama ular sanca batik, sanca kembang atau ular sawah milik Amar ini juga kerap diajak oleh Amar dalam kegiatan-kegiatan edukasi tetang satwa reptil yang ia lakukan bersama komunitas reptile.

"Meski sudah jinak kita harus paham juga dalam merawatnya, jangan sampai tangan kita ini bau makanannya karena dia bisa menyerang. Ular ini tidak kenal dengan tuan nya beda sama kucing dan anjing," jelas Amar lagi.

Kisah Suardi, Relawan Asal Riau

Habib Ramadhan Kenalkan Adat dan Budaya Kampar Riau Lewat Youtube

Kisah Muammar Syahida Penakluk Ular Berbisa dari Riau

Kobra Albino

Usai memandikan di Kaliste, Amar juga memperkenalkan Ular Kobra Albino yang ia beri nama Saga.

Saat Amar membuka kandang ular yang masih berukuran kecil ini tribunpekanbaruwiki.com pun cukup kaget, karena mekipun kecil dia sudah menunjukan gertakannya dengan mengembangkan kepala dan mengeluarkan suara.

Menurut Amar, untuk menghadapi ular berbisa satu ini harus eksta waspada. Semburan bisanya pun sudah cukup untuk membuat mata iritasi bahkan kebutaan sementara.

Tak berlama-lama dengan si Kobra Kecil Albino bernama Saga, Muammar Syahida kembali memperkenalkan tribunpekanbaruwiki.com dengan Gaboon Viper.

Ular berbisa asal Afrika ini juga sangat berbahaya, kebetulan kali ini Gaboon Viper atau Bandotan Gabonsedang melepaskan taringnya yang sudah cukup panjang.

"Melepaskan taring ini adalah salah satu proses alamiah yang dialami ular, kadang bisa ditelan dan keluarkan melalui kotoranya dan nanti bisa tumbuh lagi taringnya," jelas Amar.

Ternyata ular jenis ini juga sangat pandai berkamuflase. Dia bersembunyi di balik dedaunan kering di dalam kandang.

Muammar Syahida saat sedang beratraksi dengan ular jenis King Cobra yang ia tangkap di daerah Pelalawan, Senin (9/4/2018)
Muammar Syahida saat sedang beratraksi dengan ular jenis King Cobra yang ia tangkap di daerah Pelalawan, Senin (9/4/2018) (Tribun Pekanbaru)

Selesai memperkenalkan beberapa ekor ular peliharaanya Amar pun menghimbau kepada siapa pun yang menemukan ular jangan langsung mengambil tindakan dengan cara dibunuh. Lebih baik menghubungi pihak terkait supaya satwa reptile tersebut bisa dievakuasi.

"Jalangan juga gegabah menangkap tanpa menggunakan alat karena akibatnya bisa berbahaya, Amar juga menggunakan peralatan yang lengkap untuk menjaga diri saat berinteraksi dengan ular. Terutama yang masih sangat liar," pungkasnya.

--

(AAN RAMDANI/ TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM)

Tags
zodiak
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved