Kisah Muammar Syahida Penakluk Ular Berbisa dari Riau

Amar, begitulah ia akrab disapa. Ya, pria bernama lengkap Muammar Syahida ini memang memiliki kemampuan yang terbilang ekstrem d

Kisah Muammar Syahida Penakluk Ular Berbisa dari Riau
Tribunpekanbaruwiki.com
Muammar Syahida saat memperlihatakan koleksi satwa ular berbisa peliharaanya, Kamis (27/2/2020)/Aan Ramdani 

TRIIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Amar, begitulah ia akrab disapa. Ya, pria bernama lengkap Muammar Syahida ini memang memiliki kemampuan yang terbilang ekstrem dan tidak dimiliki banyak orang, yakni menaklukan berbagai jenis satwa ular.

Tentu saja kemapuan ini tidak datang tiba-tiba. Kecintaanya terhadap satwa ular tumbuh kala ia duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD).

Kali ini tribunpekanbaruwiki.com berkesempatan melihat ular-ular peliharaan Amar di rumah kosnya di Jalan Kharuddin Nasution Kota Pekanbaru.

Amar menunjukkan salah satu reptil jenis sanca batik yang berada didalam kotak kaca. Reptil tersebut merupakan ular yang paling lama ia pelihara. "Ini paling lama amar pelihara, mulai dari kecil sampai sebesar ini," jelas Amar, Kamis (27/2/2020).

Masjid Raudhatus Shalihin

Yayasan Pengkaderan Anak Riau (Yapari)

Muammar Syahida saat sedang beratraksi dengan ular jenis King Cobra yang ia tangkap di daerah Pelalawan, Senin (9/4/2018)
Muammar Syahida saat sedang beratraksi dengan ular jenis King Cobra yang ia tangkap di daerah Pelalawan, Senin (9/4/2018) (Tribun Pekanbaru)

Dalam kesempatan tersebut Amar juga menceritakan awal mula jatuh cinta dengan satwa reptil berdarah dingin ini. Kala masih SD ia kerap melihat ular lidi yang bersarang di akar pohon jambu yang ada di Halaman rumahnya.

Ketika itu ular kerap melihatkan kepalanya dan sesekali sering keluar dari sarang hingga bertelur. Untuk melepas rasa penasaran ia pun memberanikan diri untuk menangkapnya.

"Waktu itu ya berani aja bang namanya anak kecil dan gak ada rasa takut, kebetulan memang ular lidi ini tidak berbahaya," katanya.

sejak saat itu ia mulai mencari tau tetang berbagai jenis ular dan cara berinteraksi atau menangkap ular melalui televisi atau buku yang sengaja ia beli.

"Amar belajar tetang ular ini sering nonton Chanel National Geograpich, disana kita bisa tau banyak jenis ular. Amar juga perhatikan cara mereka menangkap seperti apa. Selain itu ada juga amar beli buku tetang ular," kisahnya.

Sejak saat itu, perlahan ia pun semakin terlatih. Bahkan tidak jarang ia dipanggil oleh warga di Kabupaten Pelalawan tempat ia tinggal untuk menangkap ular yang masuk ke rumah warga atau ular yang terkena jerat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved