Kisah Suardi, Relawan Asal Riau

Jadi relawan di daerah bencana adalah panggilan hati bagi seorang Suardi. Ia memilih menjadi relawan

Penulis: Aan Ramdani
Editor: Ahmad Nurrosikin
Istimewa
Suardi saat ikut menjadi relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. foto: istimewa 

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Jadi relawan di daerah bencana adalah panggilan hati bagi seorang Suardi. Ia memilih menjadi relawan karena siapa saja berhak untuk memilih menjadi relawan.

Satu alasannya menjadi relawan adalah ingin berbagi dengan sesama. Suardi pun memilih bergabung sebagai Relawan Nusantara Rumah Zakat Pekanbaru.

Pria 31 tahun ini mengaku masih ingat jelas tugas pertamanya sebagai relawan. Ia bertugas dalam upaya penyelamatan saat banjir di Kabupaten Kampar pada tahun 2016 silam.

"Rasanya senang bisa bertugas sebagai relawan. Ada kegembiraan membantu sesama di daerah bencana," ujar Suardi saat berbincang dengan Tribun, Jum'at (28/2/2020).

Pria asal Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir mengaku sudah menjalankan tugas sebagai relawan di berbagai daerah bencana. Ia pernah terlibat sebagai relawan dalam banjir dan karhutla di Riau bersama Rumah Zakat.

Masjid Raudhatus Shalihin

Yayasan Pengkaderan Anak Riau (Yapari)

Seikatsu Cosplay Community

Ia juga pernah menjalani tugas sebagai relawan bencana pada gempa Lombok tahun 2018 bersama YBM PLN. Lalu
ikut jadi relawan bencana gempa dan tsunami di Provinai Sulawesi Tengah di Palu, Donggala dan Sigi bersama YBM PLN pada tahun 2018 silam.

Suardi juga ikut sebagai relawan dalam bencana gempa dan tsunami Selat Sunda, Provinsi Banten Bersama YBM PLN tahun 2019.

Dirinya punya pengalaman tidak terlupakan pada saat di Palu. Saat itu Suardi bersama tim mendistribusikan bantuan logistik kepada warga.

Proses penyaluran bantuan harus menempuh perjalanan panjang selama 12 jam. Mereka harus menempuh perjalanan lewat jalur darat selama delapan jam.

Kemudian dilanjutkan jalur laut selama empat jam. Suardi menuturkan saat itu mereka Desa Malei di Donggala.

Suardi saat menjadi relawan pemadaman kebakaran hutan dan lahan disalah satu lokasi kebakaran
Suardi saat menjadi relawan pemadaman kebakaran hutan dan lahan disalah satu lokasi kebakaran (istimewa)

Desa tersebut terisolasi lantaran tidak dapat ditempuh lewat jalur darat. Kawasan itu hanya bisa ditempuh melalui jalur laut karena jalur daratnya tertimbun longsor.

Nyawanya bersama tim nyaris terancam saat sedang berada di tengah laut perahu yang mereka tumpangi menabrak kayu besar. Kondisi ini lantaran minimnya penerangan.

Saat itu perahu yang mereka tumpangi bocor. Air sangat deras masuk ke dalam perahu.

Kejadian itu membuat sebagian anggota tim relawan panik. Apalagi mereka masih butuh satu jam lagi untuk sampai di tepian pantai.

"Kami tiba di desa tersebut sudah magrib. Selesai distribusi logistik kami diantar pulang lagi menuju pelabuhan. Saat jalan pulang di laut terjadi insiden, namun alhamdulillah kami semua selamat," jelasnya.

Suardi, relawan asal Provinsi Riau
Suardi, relawan asal Provinsi Riau (Istimewa)

Saat ini dirinya terus menjalani aktivitas sebagai relawan bencana. Bahkan beberapa hari lalu dirinya ikut dalam melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di Pekanbaru.

Suardi mengaku keluarga tidak pernah melarang untuk ikut aksi penyelamatan di daerag bencana. Mereka hanya berpesan agar Suardi terus memberi kabar.

"Keluarga tidak pernah keberatan. Tugas menjadi relawan itu adalah amanah dan amanah itu harus diselesaikan, itu adalah kehormatan," ulasnya.

Suardi juga mengisi waktunya dengan berbagi pengalaman seputar kebencaan dengan sesama relawan. Ia juga menjalani aktivitas menjadi pemandu wisata.

Suardi punya harapan bagi para relawan yang selalu turun kebencana. Ia mengajak relawan muda untuk terus mengasah kemampuan lagi terkait kebencanaan.

"Jadi saat turun ke lpangan tidak kewalahan lagi, jangan sampai stres," pesan pria kelahiran 21 Agustus 1989. (TRIBUNPEKANBARU.COM/Fernando Sikumbang)

Ikuti kami di
KOMENTAR
36 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved